Assalamu'alaikum Sobat Jkpers!
Kembali lagi di bedah film, dari film yang belum atau sudah kamu tonton, namun, belum menemukan apa yang bisa dipelajari dan bekal untuk kita menghadapi kehidupan ini. Ya! Perihal materi kehidupan belum tentu kamu temukan di pelajaran sekolah bahkan kuliah. Tapi, tenang saja! Kini kami hadir untuk meringkas sebuah drama 'Celebrity'
Mungkin yang kamu lihat saat ini content creator hanyalah keberuntungan, bisa jadi ada sisi gelap yang mereka sengaja sembunyikan dengan kebohongan hanya untuk popularitas. Tunggu! Ini tidak semua content creator atau influencer, ada beberapa dan mungkin bukan di Indonesia. Tapi, drama ini membantu kamu belajar banyak hal :
1. Popularitas Tak Menjamin Bahagia
"Orang yang banyak followers-nya belum tentu punya banyak pendukung sejati."
Refleksi yang terjadi : Di era ini, banyak orang berlomba-lomba viral. Tapi Celebrity mengingatkan kita bahwa fame bukan segalanya. Banyak influencer di drama ini terlihat bahagia, padahal aslinya stres, penuh drama, dan kehilangan arah hidup. Ini jadi pelajaran penting bahwa keseimbangan mental lebih penting daripada validasi online.
2. Transparansi vs Kepalsuan di Dunia Maya
"Feeds bisa diedit, tapi kenyataan nggak bisa ditipu selamanya."
Ah-ri membongkar bahwa banyak kehidupan "mewah" para selebgram hanya pencitraan: sewa tas mahal, pinjam mobil mewah, pura-pura happy.
Refleksi yang terjadi :Di tahun ini, banyak dari kita jadi overthinking karena bandingin hidup sendiri dengan kehidupan "sukses" orang lain di medsos. Padahal, drama ini ngajarin: kita cuma lihat highlight, bukan kehidupan asli mereka.
3. Kejujuran adalah Branding Terkuat
"Banyak yang jadi terkenal karena pencitraan, tapi hanya yang jujur yang bertahan."
Ah-ri memilih jalur berbahaya: membongkar kebusukan dunia influencer. Tapi justru karena keberaniannya, ia jadi simbol perlawanan terhadap sistem yang toxic.
Refleksi yang terjadi :Ini mengajarkan bahwa di tengah dunia yang penuh kebohongan digital, kejujuran tetap powerful—baik buat personal branding, pekerjaan, maupun relasi.
4. Hidup Bukan Lomba Siapa yang Paling Kaya
"Kesuksesan yang dipamerkan belum tentu dibangun dengan cara bersih."
Banyak karakter di Celebrity rela melakukan apa saja demi jadi terkenal: menjual teman, memalsukan gaya hidup, bahkan sampai kriminalitas.
Refleksi yang terjadi : Di zaman sekarang, kita dihadapkan pada budaya flexing dan "soft pressure" untuk cepat kaya. Padahal, proses itu lebih penting daripada hasil instan.
5. Self-Worth Bukan Ditentukan dari Likes & Views
"Kalau kamu kehilangan followers, apa kamu masih merasa berarti?"
Ah-ri sempat goyah ketika kehilangan validasi online. Tapi ia pelan-pelan belajar bahwa harga diri bukan dari angka di profil medsos.
Refleksi yang terjadi :Banyak orang sekarang cemas kalau engagement turun. Padahal, kita tetap berharga walau tak viral.
6. Kritik Sosial terhadap Industri Influencer
"Semua bisa jadi selebritas, tapi tidak semua siap dengan tekanan yang menyertainya."
Drama ini menyindir sistem yang membuat "ketenaran" seperti barang yang bisa dibeli. Tapi nggak semua orang kuat dengan tekanan, komentar jahat, hingga doxing.
Refleksi yang terjadi :Kita harus sadar: jadi terkenal itu bukan tujuan utama hidup. Mental dan integritas lebih penting.
FAI (32)