Bedah Film : Sisi Positif Film Elemental -->

Header Menu

Bedah Film : Sisi Positif Film Elemental

Jurnalkitaplus
29/08/25

Assalamu'alaikum Sobat Jkpers!

Kembali lagi di bedah film, dari film yang belum atau sudah kamu tonton, namun, belum menemukan apa yang bisa dipelajari dan bekal untuk kita menghadapi kehidupan ini. Ya! Perihal materi kehidupan belum tentu kamu temukan di pelajaran sekolah bahkan kuliah. Tapi, tenang saja! Kini kami hadir untuk meringkas sebuah film 'Elemental'

Gimana jadinya jika api dan air menyatu? Hal yang unik namun banyak sekali pelajaran yang bisa diambil :

1. Perbedaan Bukan Alasan untuk Terpecah, Tapi Peluang untuk Bertumbuh

 "Walaupun kita berbeda elemen, bukan berarti kita nggak bisa bersatu."

Di dunia sekarang, perbedaan suku, agama, latar belakang, hingga preferensi hidup sering memicu konflik. Ember dan Wade menunjukkan bahwa perbedaan adalah kekuatan, bukan ancaman. Justru dari mereka yang berbeda, kita bisa belajar hal baru.

Refleksi yang terjadi :Dalam lingkungan kerja multikultural, sekolah yang beragam, atau relasi antar generasi, penting untuk belajar toleransi aktif—tidak hanya menerima, tapi menghargai perbedaan.

2. Tekanan Orang Tua Bukan Selalu Salah, Tapi Kita Berhak Tentukan Jalan Hidup Sendiri

 "Ember ingin membahagiakan orang tuanya, tapi juga punya mimpi sendiri."

Refleksi yang terjadi :Banyak anak muda (terutama Gen Z dan Gen Alpha di 2025) masih berjuang antara memenuhi harapan keluarga dan mengejar passion-nya. Film ini mengajarkan bahwa restu dan impian bisa berjalan seiring—asal kita komunikasikan dengan jujur dan penuh cinta. Ini membangun kesadaran bahwa kita tidak harus hidup dalam bayang-bayang orang lain, meskipun itu orang tua sendiri.

3. Kita Butuh Belajar Mendengarkan, Bukan Cuma Menilai

 "Wade menangis, Ember marah. Tapi mereka belajar mendengarkan satu sama lain."

Wade digambarkan sebagai sosok yang peka, gampang menangis, dan tak malu menunjukkan emosi. Ember keras kepala dan temperamental. Tapi keduanya saling belajar mendengar.

Refleksi yang terjadi :Hari ini, banyak orang cepat menghakimi tanpa memahami konteks. Film ini mengajak kita untuk mendengar dulu, bukan langsung menyimpulkan.

4. Migrasi, Identitas, dan Rasa Ingin Diakui

 "Keluarga Ember adalah pendatang yang sering dianggap berbeda."

Cerita keluarga Ember mencerminkan pengalaman imigran atau perantau: harus kerja keras, merasa asing, dan sulit diterima. Namun mereka tetap menjaga nilai dan budaya mereka.

Refleksi yang terjadi :di mana banyak orang merasa tidak punya "tempat pulang" secara emosional. Film ini menyuarakan pentingnya inklusivitas dan ruang aman untuk semua.

5. Emosi Adalah Bagian dari Kita—Bukan Sesuatu yang Harus Diabaikan

 "Ember sering menahan amarahnya agar tidak menyakiti orang lain."

Kita hidup di era hustle, serba cepat, dan sering kali tak memberi ruang untuk marah, sedih, atau kecewa. Ember mengajarkan bahwa emosi tidak harus ditekan, tapi bisa dikelola dengan sehat.

Refleksi yang terjadi : meningkatnya kesadaran kesehatan mental di tahun ini. Film ini bisa jadi pintu masuk diskusi soal emotional literacy untuk anak maupun dewasa.

6. Cinta yang Sehat Tidak Harus Sama, Tapi Harus Sepakat

 "Air dan Api mungkin tidak bisa bersatu secara logika, tapi hati mereka bisa."

Film ini mengangkat bahwa cinta bukan tentang kesamaan, tapi tentang komitmen untuk memahami dan bertumbuh bersama. Cinta yang sehat tidak memaksa berubah jadi orang lain, tapi saling belajar dan menyesuaikan.

Refleksi yang terjadi : sangat penting untuk relasi lintas budaya, beda keyakinan, atau pasangan yang bertumbuh di lingkungan berbeda.

FAI (32)