Google Cloud Dorong Transformasi Digital di Asia Tenggara dengan Inovasi AI -->

Header Menu

Google Cloud Dorong Transformasi Digital di Asia Tenggara dengan Inovasi AI

Jurnalkitaplus
28/08/25


JURNALKITAPLUS - Google Cloud mengumumkan langkah besar untuk mempercepat transformasi digital di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur cloud yang canggih. Pengumuman ini disampaikan dalam acara Google Cloud Next 2025 di Las Vegas, Amerika Serikat, yang menyoroti dampak signifikan AI terhadap pertumbuhan perusahaan di kawasan tersebut.


Menurut CEO Google Cloud, Thomas Kurian, perusahaan telah memperluas infrastrukturnya secara global, kini mencakup 42 wilayah, termasuk Indonesia dan Singapura, dengan ekspansi cepat ke Malaysia dan Thailand. Infrastruktur ini diperkuat dengan Cloud Command Center baru yang menghubungkan semua wilayah, memungkinkan perusahaan di Asia menjangkau pasar global dengan lebih efisien. Pada 2024, Google Cloud telah memperkenalkan lebih dari 3.000 kemajuan teknologi baru, yang telah diadopsi oleh berbagai perusahaan di Indonesia, seperti Astra International, Bank Jago, Blibli.com, Indosat Ooredoo Hutchison, Telkomsel, dan Vidio.


Salah satu inovasi unggulan adalah AI Hypercomputer, sebuah sistem superkomputer yang mengintegrasikan perangkat keras, perangkat lunak, dan model konsumsi fleksibel untuk mempermudah penerapan AI dengan performa dan harga terbaik. Selain itu, Google Cloud juga meluncurkan layanan Cloud Wide Area Network (WAN) yang memanfaatkan jaringan privat global dengan lebih dari dua juta mil kabel serat optik, mendukung layanan seperti Gmail, YouTube, dan Google Search dengan latensi rendah.


Di dalam Google Workspace, AI telah memberikan dampak besar dengan lebih dari dua miliar bantuan AI setiap bulan kepada pengguna bisnis secara global, mengubah cara kerja secara mendasar. Kolaborasi dengan perusahaan seperti Bank Jago dan DKatalis juga memanfaatkan teknologi seperti BigQuery dan Vertex AI untuk mendorong inovasi dalam analisis data dan AI generatif, sembari memenuhi kebutuhan keamanan data yang semakin ketat.


Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam persaingan investasi pusat data di Asia Tenggara, terutama karena regulasi yang sering berubah, seperti revisi Peraturan Pemerintah No. 82/2012 menjadi No. 71/2019. Meski demikian, Google Cloud tetap berkomitmen mendukung transformasi digital di Indonesia dengan solusi yang memenuhi persyaratan kedaulatan dan keamanan data.