Jurnalkitaplus - Penyebaran kebohongan yang disengaja yang lebih dikenal dengan istilah disinformasi menjadi ancaman utama bagi kesehatan masyarakat di Amerika dan global. Artikel Forbes bertajuk "Disinformation Is Worse Than Ever—And It's Putting Our Health At Risk" yang diterbitkan pada 11 November 2025 membahas bagaimana disinformasi ini akan semakin buruk terutama karena peran media sosial dan kecerdasan buatan yang membuat penyebaran informasi palsu menjadi masif dan sulit dikendalikan.
Dampak Disinformasi pada Kesehatan
Disinformasi kesehatan menyebabkan erosi kepercayaan publik terhadap pakar kesehatan dan institusi resmi, yang pada akhirnya menghambat program kesehatan penting seperti vaksinasi. Hal ini menyebabkan peningkatan kasus penyakit yang seharusnya bisa dicegah serta mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat. Selain itu, disinformasi juga menguntungkan pelaku usaha dan influencer yang memasarkan produk kesehatan berdasarkan info yang salah untuk keuntungan mereka sendiri.
Faktor Penyebab dan Tantangan
Penyebaran disinformasi dipicu oleh kompleksitas media sosial sebagai platform yang mendorong konten viral sekaligus memberikan insentif finansial bagi pembuat dan platform yang menyiarkan hoaks. Konflik kepentingan di kalangan profesional kesehatan dan adanya komersialisasi di balik konten informasi salah makin memperparah situasi.
Solusi dan Pendekatan
Menghadapi tantangan ini membutuhkan berbagai pendekatan terkoordinasi, mulai dari pemantauan intensif, edukasi masyarakat, hingga regulasi yang lebih ketat. Pendekatan berbasis kesehatan masyarakat yang melibatkan kerjasama antar lembaga dan penggunaan hukum internasional juga dipertimbangkan untuk menekan penyebaran disinformasi.
Secara keseluruhan, disinformasi kini lebih buruk dari sebelumnya dan jelas membahayakan kesehatan masyarakat di berbagai belahan dunia lewat dampak langsung maupun tidak langsungnya pada perilaku dan keputusan kesehatan. (FG12)

-734259.png)