Jurnalkitaplus - Generasi z tumbuh di tengah-tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial yang signifikan, seperti krisis finansial global, pandemi covid-19, bahkan inflasi tinggi sampai ketidakpastian di pasar tenaga kerja. kita menghadapi realitas ekonomi yang jauh berbeda dari generasi sebelumnya, terutama dalam hal ketidakstabilan finansial dan peluang pekerjaan.
lalu hal apa yang bisa membentuk kita mengelola stres finansial?
faktor penyebab stres finansial
banyak dari kita yang terjerat utang pendidikan setelah menyelesaikan kuliah, sementara biaya pendidikan semakin melonjak. di mana kita masuk ke dunia kerja, justru sebagian besar pendapatan harus dialokasikan untuk membayar pinjaman.
krisisnya finansial di tahun 2008 dan dampak covid-19 memperburuk ketidakpastian pasar tenaga kerja. banyak dari kita merasa terjebak dalam pekerjaan kontrak atau paruh waktu tanpa jaminan keamanan finansial.
adanya biaya perumahan, kebutuhan sehari-hari, dan layanan kesehatan terus meningkat. hal ini menyebabkan kita kesulitan untuk bisa mencapai kestabilan finansial. sebagian besar dari kita jadinya sulit untuk bisa menabung atau berinvestasi untuk masa depan.
tekanan sosial dan perbandingan hidup dengan teman-teman di media sosial dapat memperburuk stres finansial. laporan tentang gaya hidup glamor seringkali menambah perasaan cemas tentang keuangan.
cara kita menghadapi stres finansial
kita sangat mengandalkan aplikasi keuangan untuk bisa mengelola anggaran, investasi, dan menabung. kita juga cenderung menggunakan teknologi untuk melacak pengeluaran, memeriksa sampai laporan kredit. ada aplikasi yang memang populer di kalangan kita.
banyak dari kita mulai berinvestasi di usia muda, dari saham sampai real estate. kita juga bahkan lebih tertarik untuk bisa mempelajari keuangan pribadi, baik melalui sumber daya online bahkan sampai mengikuti kursus finansial.
Kita juga menghargai fleksibilitas dalam pekerjaan dan lebih sering mencari peluang remote atau yang dikenal sebagai pekerjaan di mana saja yang bisa menghasilkan uang.
Kita juga lebih terbuka tentang kesehatan mental dan sering mencari dukungan sosial untuk bisa mengatasi stres finansial. kita jadi sering berbicara tentang kecemasan finansial dengan teman-teman atau bisa melalui platform online yang memberi ruang untuk bisa berbagi pengalaman dan memberikan dukungan.
kita juga lebih sadar terhadap adanya kelanjutan dan lebih bisa berhati-hati dalam cara kita menghabiskan uang. kita lebih memilih untuk membeli barang bekas atau barang yang tahan lama, bahkan sampai berinvestasi pada produk yang ramah lingkungan. nah, ini adalah salah satu cara untuk bisa mengurangi pengeluaran sekaligus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.
Tantangan yang masih dihadapi generasi Z :
Banyak juga dari kita bekerja dalam pekerjaan yang tidak stabil atau paruh waktu, yang bisa mengarah pada ketidakpastian finansial jangka panjang.
walaupun banyak yang aktif mencari pengetahuan tentang keuangan pribadi, tidak semua dari kita mendapatkan pendidikan formal mengenai manajemen uang. hal ini mengarah pada kesalahan finansial yang bisa berakibat jangka panjang, seperti akumulasi utang atau keputusan investasi buruk.
Kita sadar memang akan pentingnya kesehatan mental, tekanan dari media sosial ini pasti tetap ada, terutama ketika kita melihat teman-teman memamerkan pencapaian finansial atau gaya hidup yang lebih mewah.
Peluang di tengah ketidakpastian:
Dengan akses ke informasi yang lebih luas dan teknologi yang semakin berkembang, justru kita memiliki peluang untuk mengakses pembelajaran keuangan yang lebih baik dan membuat keputusan investasi yang lebih cerdas.
kita bahkan terbukti sangat adaptif dalam menghadapi perubahan dan siap untuk memanfaatkan peluang di era digital, baik dari segi pekerjaan, investasi sampai pengelolaan pribadi.
kita juga memiliki potensi besar untuk menciptakan perubahan dalam ekonomi melalui kesadaran sosial dan kebiasaan konsumsi yang lebih bijak, di mana dapat mengarah pada lebih banyak kesempatan dalam sektor berkelanjutan dan ekonomi hijau.
Generasi Z mengatasi stres finansial dengan memanfaatkan teknologi, fleksibilitas dalam pekerjaan, serta pendekatan yang lebih sadar akan keberlanjutan dan kesejahteraan mental. Namun, tantangan-tantangan besar tetap ada, terutama terkait ketidakpastian pekerjaan dan biaya hidup yang terus meningkat. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk terus belajar tentang keuangan pribadi dan mencari dukungan sosial untuk mengelola kecemasan yang muncul akibat kondisi ekonomi yang tidak pasti.
FAI-32
source :
