Jurnalkitaplus - Apapun bisa dipelajari, jangan pernah gengsi hanya karena ingin belajar dari orang yang lebih muda, terutama kita generasi Z, ternyata ada hal yang bisa dipelajari, karena ketahanan emosi dalam dunia yang cepat dan ternyata ini penting untuk bisa menjaga kesejahteraan mental dan emosional. dengan kehadiran teknologi dan cara hidup yang serba cepat ini dipengaruhi oleh media sosial dan informasi yang terus mengalir, banyak orang. terutama generasi Z harus menghadapinya dengan cara-cara yang adaptif dan efektif :
Kemampuan beradaptasi dengan perubahan : generasi kita tumbuh dalam era digital yang cepat berkembang, di mana perubahan terjadi setiap saat. kita telah terbiasa dengan akses informasi yang instan dan perubahan tren sosial yang sangat cepat. ketahanan emosi kita berfokus pada kemampuan beradaptasi dengan keadaan dan tidak terperangkap dalam satu situasi atau perasaan. kita cenderung belajar untuk tetap fleksibel dan terbuka terhadap perubahan, meskipun terkadang itu bisa menantang secara emosional.
Keterampilan mengelola stres dengan teknologi : kita juga menyadari potensi dampak negatifnya terhadap kesehatan mental. banyak dari kita yang menggunakan aplikasi di mana bisa mendukung kesehatan mental, seperti journaling sampai meditasi. ini menunjukkan bahwa kita telah mengembangkan cara-cara baru untuk mengelola stres dan ketahanan emosional dengan memanfaatkan teknologi, bukan hanya sebagai sumber stres.
Dukungan komunitas untuk emosional : kita tidak ragu untuk emcnari dukungan emosional dari komunitas online yang sejalan dengan pengalaman mereka. ketahanan emosi kita seringkali terbangun dari kemampuan kita untuk berbicara terbuka tentang perasaan dari berbagi pengalaman dan mencari pemahaman dari orang lain yang mungkin mengalami hal yang sama. ini menunjukkan pentingnya memiliki jaringan sosial yang kuat sebagai sumber ketahanan emosional.
Menerima ketidaksempurnaan dan kegagalan: kita terbuka terhadap kegagalan sebagai bagian dari perjalanan. dalam dunia yang sangat kompetitif ini dengan penuh ekspektasi banyak dari kita mengembangkan sikap yang lebih realistis dan positif terhadap itu. kita melihatnya sebagai kesempatan untuk belajar, berkembang dan mengatasi tantangan daripada sebagai ancaman terhadap harga diri.
Self-care dan Mindfulness: self-care tidak hanya terbatas pada fisik, tetapi juga mencakup menjaga kondisi mental dan emosional, seperti dengan beristirahat, menetapkan batasan, dan memberi diri mereka waktu untuk bersantai atau melakukan aktivitas yang membawa kebahagiaan. hal ini mencerminkan pentingnya pemeliharaan diri untuk menjaga ketahanan emosional di tengah kehidupan yang penuh tekanan.
Keterbukaan dalam menyuarakan kesehatan mental : kita tidak takut untuk mencari bantuan terhadap apa yang bisa membantu kita untuk tidak menekan perasaan atau mengabaikan masalah emosional yang bisa berlarut-larut jika tidak diatasi.
Mengelola ekspektasi sosial : kita mengembangkan ketahanan emosional dengan cara yang berbeda, seperti lebih selektif dalam memilih platform bahkan memfilter sosial yang mereka konsumsi. kita juga lebih memilih untuk membangun identitas yang autentik dan tidak terlalu terpengaruh oleh norma atau ekspektasi sosial yang ada di media sosial yang seringkali tidak realistis.
Menggunakan kreativitas sebagai saluran ekspresi : banyak dari kita menggunakan seni, menulis atau menciptakan konten digital sebagai cara untuk mengekspresikan perasaan atau mengatasi kesulitan emosional. kreativitas ini menjadi cara yang sehat untuk mengalihkan stres, mengatasi perasaan rumit, dan menyalurkan energi kita ke aktivitas yang produktif.
Mencari makna dan tujuan dalam kehidupan : kita cenderung mencari makna dan tujuan dalam hidup. kita merasa bahwa hidup memiliki arti, tidak hanya dari pencapaian materi atau karier, tetapi juga dari kontribusi sosial dan dampak positif terhadap lingkungan sekitar. ketahanan emosi mereka juga dibentuk dari rasa memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekedar bertahan hidup di dunia yang penuh perubahan.
Ketahanan emosi dalam dunia yang cepat adalah keterampilan penting yang dapat dipelajari dari cara Gen Z menghadapinya. Mereka menggabungkan kecerdasan emosional dengan kemajuan teknologi, menciptakan keseimbangan antara hidup di dunia digital dan menjaga kesejahteraan pribadi. Menerima ketidaksempurnaan, menjaga diri melalui praktik self-care, berbicara tentang kesehatan mental, dan mencari makna hidup adalah beberapa nilai yang bisa menginspirasi kita untuk menghadapi kehidupan yang serba cepat dengan lebih baik.
FAI-32
McKinsey & Company: Laporan tentang "Gen Z mental health: The impact of social media and technology".
