Peran Aktivisme dalam Kesehatan Mental Generasi Z -->

Header Menu

Peran Aktivisme dalam Kesehatan Mental Generasi Z

Jurnalkitaplus
25/12/25

Assalamu'alaikum sobat JKPers! 

kamu tahu kan bahwa kehadiran aktivisme memiliki peran yang cukup penting dalam mempengaruhi kesehatan mental generasi Z, terutama dalam menciptakan ruang supaya bisa berbicara terbuka tentang isu-isu kesehatan mental yang seringkali dianggap tabu oleh masyarakat. 

maka dari itu, ada beberapa aspek yang dapat menjelaskan bagaimana aktivisme berperan dalam meningkatkan kesadaran dan mendukung kesehatan mental generasi Z : 

  1. Generasi kita ialah Z, dikenal sebagai kelompok yang lebih terbuka dalam membicarakan masalah kesehatan mental, menggunakan platform digital untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan mental. aktivisme, melalui media sosial dan gerakan atau stres. dari berbagi pengalaman pribadi dan informasi yang terkait, justru bisa menjadi jembatan dalam aktivisme untuk bisa dekat dengan masalah kesehatan mental ke masyarakat yang luas, bahkan bisa mengurangi rasa malu dan rasa takut untuk mencari bantuan. 

  2. adanya tantangan terbesar dalam kesehatan mental ialah stigma sosial. aktivisme berperan penting dalam membongkar mitos dan mengubah cara pandang masyarakat terhadap individu yang mengalami masalah mental. generasi Z bahkan terlibat dalam kampanye anti-stigma yang mendukung perubahan persepsi sosial dalam menciptakan ruang aman untuk mereka yang membutuhkan dukungan psikologis. aktivisme ini dilakukan oleh influencer dan tokoh masyarakat sering memicu diskusi terbuak tentang masalah ini. 

  3. aktivisme kesehatan mental sering berfokus pada penyediaan sumber daya bagi seseorang yang jelas membutuhkan bantuan. aktivis generasi Z bahkan memanfaatkan platform sosial media sebagai memperkenalkan layanan konseling online, dari segi aplikasi kesehatan mental, dan berbagai komunitas pendukung. gerakan generasi Z, seperti integrasi layanan kesehatan mental di sekolah atau universitas dan kampanye penyuluhan tentang cara mendapatkan dukungan psikologis. 

  4. dengan adanya ruang-ruang yang diciptakan oleh aktivisme, hal itu banyak orang dari generasi ini merasa diberdayakan untuk berbicara tentang pengalaman mereka secara terbuka, baik dari segi tulisan, video atau bahkan podcast. hal ini dapat mengurangi perasaan terisolasi yang seringkali merangkul mereka yang berjuang dengan gangguan mental. 

  5. ada beberapa gerakan aktivisme juga fokus pada kesejahteraan mental melalui kegiatan sosial dan kerja sukarela. aktivitas ini memberikan rasa tujuan dan keterlibatan sosial yang bisa membantu dalam mengurangi stres dan meningkatkan kepuasan hidup. aktivisme dalam hal ini bahkan bisa terbentuk penggalangan dana untuk organisasi kesehatan mental, penyelenggaraan acara komunitas yang mendukung penyembuhan emosional atau memperjuangkan perubahan kebijakan di tingkat pemerintah untuk bisa memberikan akses kesehatan mental yang lebih baik.

  6. aktivisme generasi z juga berperan dalam mempengaruhi kebijakan publik mengenai kesehatan mental. gerakan ini justru menuntut akses yang lebih baik untuk perawatan kesehatan mental, baik dalam hal pendanaan atau kebijakan pemerintah, menjadi sarana bagi generasi Z untuk menunjukkan bahwa mereka perduli tentang perbaikan sistem. bahkan mereka juga menuntut agar lebih banyak perhatian diberikan pada masalah kesehatan mental di tempat kerja, pendidikan dan kehidupan sehari-hari. 

  7. platform media sosial sebanyak itu memainkan peran besar dalam aktivisme kesehatan mental di kalangan generasi Z. dari berbagai cerita pribadi, tips, dan strategi dalam mengatasi masalah kesehatan metal, para aktivis mampu menjangkau audiens yang lebih luas dan memberikan pengaruh positif. penggunaan hastag seperti #MentalHealthAwareness, #ItsOkToNotBeOk, dan lainnya yang membantu meningkatkan visibilitas isu-isu kesehatan mental. 

  8. aktivisme juga berfungsi dalam menciptakan ruang aman bagi seseorang dengan masalah kesehatan mental. ini bisa dalam bentuk kelompok dukungan online bahkan sampai komunitas berbasis minat yang membahas isu kesehatan mental atau bahkan aplikasi yang menyediakan terapi daring. generasi Z, yang sangat aktif di dunia digital, menemukan kenyamanan dalam berbicara tentang masalah kesehatan mental dalam komunitas yang mendukung dan saling memahami. 

Jadi peran ini sangatlah penting dalam kesehatan mental generasi Z, selain membantu menurunkan stigma justru bisa memberikan platform untuk bisa berdiskusi terbuka dan penyediaan dukungan yang dibutuhkan. semakin banyaknya orang yang terlibat dalam gerakan ini, generasi Z justru memiliki kesempatan untuk mengatasi tantangan kesehatan mental mereka yang lebih baik, dan bisa mempengaruhi perubahan sosial yang lebih besar dalam pengelolaan kesehatan mental di masa depan. 

FAI-32

Source: 

Twenge, J. M. (2017).

iGen: Why Today's Super-Connected Kids Are Growing Up Less Rebellious, More Tolerant, Less Happy—and Completely Unprepared for Adulthood.

New York: Atria Books.

Rideout, V., & Fox, S. (2018).

Digital Health Practices, Social Media Use, and Mental Well-Being Among Teens and Young Adults.

Hopelab & Well Being Trust.

Corrigan, P. W., & Watson, A. C. (2002).

Understanding the impact of stigma on people with mental illness.

World Psychiatry, 1(1), 16–20.

Henderson, C., Robinson, E., Evans-Lacko, S., & Thornicroft, G. (2017).

Relationships between anti-stigma programme awareness and mental health stigma.

BMC Public Health, 17, 1–10.

Keles, B., McCrae, N., & Grealish, A. (2020).

A systematic review: The influence of social media on depression, anxiety and psychological distress in adolescents.

International Journal of Adolescence and Youth, 25(1), 79–93.

Veale, H. J., et al. (2014).

The use of social networking platforms for sexual health promotion.

Journal of Medical Internet Research, 16(12), e290.

Naslund, J. A., et al. (2016).

The future of mental health care: Peer-to-peer support and social media.

Epidemiology and Psychiatric Sciences, 25(2), 113–122.