Pergi dengan kecepatan cahaya, armada kapal angkasa rupanya disambut badai tembakan laser, menerangi tempat dengan kilat cahaya yang memukau.
Selama puluhan tahun adegan dalam fiksi ilmiah tampil seperti ini, namun dalam kehidupan sehari-hari, laser tampak jauh lebih redup dan tidak sehancur itu.
Operasi mata berbasis laser dapat memotong jaringan. Alat potong yang menggunakan laser juga dapat membentuk kayu atau plastik, tetapi keduanya tidak tampak cukup kuat untuk menembus kapal luar angkasa.
Laser pointer pun lebih sering dipakai untuk menarik perhatian kucing daripada menaklukkan kekaisaran jahat.
Jadi, mungkinkah senjata laser ala fiksi ilmiah benar‑benar ada? Dan pada dasarnya bagaimana sih laser bekerja?
Christopher Baird dalam Ted-Ed "Will Laser blasters ever be possible?" pada Rabu, 14 Januari 2026 menjelaskan lebih dulu bahwa laser merupakan perangkat yang menghasilkan sinar laser, yang pada dasarnya hanyalah bentuk cahaya.
Namun sinar ini memiliki sifat khusus.
Cahaya biasa dari bohlam pijar, misalnya, terdiri dari pelangi warna dengan panjang gelombang berbeda, dan foton‑fotonnya memancar secara acak ke segala arah. Sinar laser, di sisi lain, jauh lebih terorganisir.
Ia dihasilkan melalui proses yang disebut stimulated emission. Setiap laser mengandung beberapa foton, dan ketika dinyalakan, ia mulai mengeksitasi sejumlah besar elektron.
Stimulated emission dimulai ketika partikel‑partikel ini bertabrakan, menyebabkan tiap elektron memancarkan foton kedua yang sinkron dengan warna sama. Foton ini kemudian menabrak elektron‑elektron terangsang lainnya, yang pada gilirannya memancarkan lebih banyak foton serupa.
Akibatnya, tercipta aliran terorganisir yang dikenal sebagai sinar laser.
Stimulated emission memberi sinar laser dua sifat unik:
- Monokromatik. Cahayanya hanya satu warna.
- Koheren. Gelombang cahayanya semua sinkron dan bergerak ke arah yang sama.
Dua sifat ini memberi laser kemampuan istimewa. Cahaya lampu biasa menyebar memenuhi ruangan, sementara sinar laser tetap sempit, memungkinkan beberapa menempuh jarak ribuan kilometer.
Koherensi juga membuat laser sangat baik untuk mengirimkan informasi. Karena gelombang cahayanya sempurna sinkron, perubahan pada sinar mudah dideteksi. Misalnya, saat Sobat di supermarket menyorot laser pada barcode, pemindai dapat mengukur cahaya yang dipantulkan dengan tepat dan mengubah pola hitam‑putih menjadi data.
Kita juga dapat meng‑enkripsi rangkaian data mirip Morse dengan memancarkan laser dalam tempo pendek-pendek; frekuensi tinggi laser memungkinkan membawa lebih banyak informasi daripada gelombang radio.
Para ilmuwan juga mengandalkan presisi pengukuran laser dalam sistem panduan yang membantu robot menavigasi, alat spektroskopi yang mempelajari komposisi material, bahkan dalam observatorium gelombang gravitasi yang mengukur riak‑riak dalam ruang‑waktu.
Namun, sifat monokromatik dan koheren juga memberi laser potensi destruktif. Cahaya biasa menyebar ke ruang luas dan spektrum warna, sementara laser memusatkan energinya ke dalam satu warna sempit.
Ada batasan seberapa kuat sinar ini bisa dibuat. Pertama, stimulated emission sangat rentan. Semakin kuat laser, semakin banyak panas internal yang dihasilkan. Panas ini menurunkan eksitasi elektron, sehingga mereka tidak bisa lagi berpartisipasi dalam reaksi yang menghasilkan cahaya laser. Jika panas berlebih, mekanisme tersebut terganggu dan laser berhenti bekerja.
Selain itu, meskipun sinar laser dapat menempuh jarak jauh, ia akan terserap dan tersebar oleh molekul udara serta partikel lain, melemahkan cahaya sampai menghilang.
Karena alasan‑alasan ini blaster dan meriam laser kemungkinan besar akan tetap berada di dunia fiksi ilmiah.
Namun tetap saja, bukan berarti laser tidak berbahaya.
Pada malam yang cerah sinar laser dapat merusak target kecil seperti drone, mortir, dan balon. Laser berdaya tinggi di pabrik, bengkel, laboratorium, dan klinik medis dapat langsung membakar bahkan memotong kulit.
Bahkan laser pointer biasa dapat merusak jaringan mata bila dipapar terus‑menerus. Jadi, meski laser tidak dapat menembak kapal luar angkasa, penggunaannya tetap harus hati‑hati ya Sob. (ALR-26)
