Bedah Film : Sisi Positif Film The Maze Runner 2014 -->

Header Menu

Bedah Film : Sisi Positif Film The Maze Runner 2014

Jurnalkitaplus
24/01/26

Assalamu'alaikum Sobat Jkpers!

Kembali lagi di bedah film, dari film yang belum atau sudah kamu tonton, namun, belum menemukan apa yang bisa dipelajari dan bekal untuk kita menghadapi kehidupan ini. Ya! Perihal materi kehidupan belum tentu kamu temukan di pelajaran sekolah bahkan kuliah. Tapi, tenang saja! Kini kami hadir untuk meringkas sebuah film 'The Maze Runner'

Satu buku yang berjudul "Beginilah Cara Kami!" karya John Kotter dan Holger Rathgeber membuat film ini terasa sama. Tapi, tidak persis. Di mana tokoh utama yang dikirim ke lokasi yang ternyata penghuninya sudah bertahun-tahun. Karakter yang kuat penasaran dengan tembok besar bergerak otomatis pada jadwal yang ditentukan entah itu dari mana. Dia, ya, orang pertama yang mau mengambil resiko dan tidak mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh ketua. Di sini kamu akan belajar :

1. Berani Melangkah, Meski Tak Tahu Apa yang Menanti

 "You don't survive the maze by running. You survive by facing it."

Thomas tidak puas hanya bertahan di zona aman seperti para Gladers lainnya. Ia mencoba hal baru, meski berisiko. Ini menggambarkan pentingnya berani keluar dari comfort zone—bahkan saat semuanya terasa asing dan tidak pasti.

Refleksi yang terjadi :Banyak orang stuck di zona nyaman karena takut gagal—baik itu pekerjaan, relasi, atau karier. Tapi tanpa keberanian mencoba, kamu takkan tahu seberapa besar potensi yang kamu miliki.

2. Bekerja Sama Menjadi Kunci untuk Bertahan

 "We're all in this together."

Mereka bisa bertahan di Glade karena kerja tim. Ada yang jadi pelari, petani, pemimpin, penjaga. Tanpa solidaritas, semua bisa hancur.

Refleksi yang terjadi : Dunia makin individualistis, padahal kekuatan komunitas sangat penting. Baik di kantor, sekolah, bisnis, atau rumah—kerja sama lebih penting daripada ego.

3. Jangan Takut Bertanya: Rasa Ingin Tahu Bisa Menyelamatkanmu

 "The truth is the only way out."

Thomas adalah satu-satunya yang mempertanyakan semua aturan dan mencari tahu alasan mereka terjebak. Ia tidak menerima status quo.

Refleksi yang terjadi : Sikap kritis seperti ini penting banget di zaman banjir informasi seperti sekarang. Jangan cuma ikut-ikutan. Kritis = bertahan.

4. Setiap Orang Punya Peran, Tapi Semua Bisa Berkembang

Walau awalnya semua anak diberi tugas tertentu (pelari, petani, dsb.), karakter-karakter seperti Thomas dan Newt menunjukkan bahwa seseorang bisa berkembang melampaui peran awal jika diberi kesempatan.

Refleksi yang terjadi :Jangan terkekang oleh label atau jabatan. Kamu bisa belajar skill baru, pindah bidang, atau rebranding diri. Potensi manusia tidak bisa dibatasi peran awal.

5. Kesabaran, Rasa Ingin Tahu, dan Rasa Kemanusiaan Menang Lawan Sistem

Film ini mengandung kritik terhadap eksperimen WCKD (organisasi yang mengatur labirin). Anak-anak dijadikan objek eksperimen demi "kebaikan bersama." Tapi Thomas dan kawan-kawan memilih kemanusiaan.

Refleksi yang terjadi :Dunia semakin dikendalikan oleh sistem, algoritma, dan kecepatan. Tapi nilai kemanusiaan seperti empati, rasa peduli, dan integritas tetap lebih penting daripada hasil.

6. Jangan Takut Akan Perubahan, Karena Dunia Akan Terus Berubah

 "The Maze was just the beginning."

Bahkan setelah keluar dari labirin, tantangan justru semakin besar. Hidup bukan soal satu masalah selesai, tapi bagaimana kita adaptif menghadapi perubahan tanpa kehilangan arah.

Refleksi yang terjadi : AI, climate crisis, shifting job markets—semuanya terus berubah. Jangan panik, yang penting siap belajar dan beradaptasi.

FAI (32)