Generasi Z tumbuh dalam era yang penuh dengan dinamika politik global yang kompleks. Mulai dari pandemi, perubahan iklim, konflik geopolitik, hingga ketidakstabilan ekonomi, semua peristiwa ini membentuk cara pandang dan kondisi psikologis mereka. Meskipun kita dikenal sebagai generasi yang melek teknologi dan memiliki akses informasi yang luas, paparan terus-menerus terhadap berita global yang menegangkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan mental mereka.
1. Kelelahan Politik dan Kecemasan Global
Generasi Z merupakan generasi yang sangat terhubung dengan berita dan isu-isu global melalui media sosial. Namun, paparan yang berlebihan terhadap informasi politik dan krisis global dapat menyebabkan kelelahan mental. Sebuah survei terhadap 2.000 pemilih Gen Z di Amerika Serikat menunjukkan adanya peningkatan rasa lelah, penghindaran, dan perubahan cara mereka menghadapi tekanan diskursus politik.
2. Ketidakstabilan Ekonomi dan Ketidakpastian Masa Depan
Krisis ekonomi global, seperti resesi dan inflasi, memberikan dampak langsung pada pandangan Gen Z terhadap masa depan mereka. Banyak dari mereka merasa tidak siap menghadapi tantangan ekonomi, dengan hanya 44% yang merasa siap untuk masa depan. Ketidakpastian ini menimbulkan kecemasan dan stres yang berkepanjangan.
3. Aktivisme Digital dan Tekanan Sosial
Gen Z dikenal aktif dalam menyuarakan pendapat mereka melalui platform digital. Namun, aktivisme digital juga membawa tekanan tersendiri. Di Kenya, misalnya, beberapa aktivis muda mengalami penahanan dan penyiksaan akibat konten satir yang mereka unggah di media sosial, mencerminkan risiko nyata dari ekspresi politik di dunia maya.
4. Krisis Iklim dan Perasaan Tak Berdaya
Perubahan iklim merupakan salah satu isu global yang paling mengkhawatirkan bagi Gen Z. Paparan terus-menerus terhadap berita tentang bencana alam dan krisis lingkungan menimbulkan perasaan cemas dan tidak berdaya. Studi menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap masa depan planet ini berkontribusi pada meningkatnya tingkat kecemasan dan depresi di kalangan mereka.
5. Ketidakpercayaan terhadap Institusi dan Pemimpin
Kekecewaan terhadap pemimpin dan institusi politik menjadi sumber stres bagi Gen Z. Mereka sering merasa bahwa suara mereka tidak didengar dan keputusan politik tidak mencerminkan kepentingan generasi muda. Hal ini memperburuk perasaan alienasi dan ketidakpercayaan terhadap sistem yang ada.
Solusi dan Pendekatan untuk Mengatasi Tantangan Ini
Untuk membantu Generasi Z menghadapi dampak psikologis dari dinamika politik global, beberapa langkah yang dapat diambil meliputi:
Edukasi Literasi Media: Mengajarkan Gen Z untuk memilah informasi dan memahami konteks berita dapat mengurangi kecemasan akibat paparan berita negatif.
Dukungan Kesehatan Mental: Meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan mental, termasuk konseling dan terapi, sangat penting untuk membantu mereka mengatasi stres dan kecemasan.
Mendorong Partisipasi Aktif: Memberikan ruang bagi Gen Z untuk terlibat dalam proses politik dan pengambilan keputusan dapat meningkatkan rasa kontrol dan pemberdayaan.
Membangun Komunitas yang Mendukung: Menciptakan lingkungan sosial yang positif dan mendukung dapat membantu mengurangi perasaan isolasi dan meningkatkan kesejahteraan mental.
Dengan memahami tantangan yang dihadapi oleh Generasi Z akibat dinamika politik global, kita dapat menciptakan strategi yang efektif untuk mendukung kesehatan mental mereka dan membangun masa depan yang lebih stabil dan inklusif.
FAI-32
