Sisi Positif Drama Crushology 101 -->

Header Menu

Sisi Positif Drama Crushology 101

Jurnalkitaplus
05/01/26

Assalamu'alaikum Sobat Jkpers!
Kali ini aku mau share tentang "Pelajaran apa sih yang bisa kita ambil dari drama Crushology 101?"

Sebagai penonton, kadang kita cuma ngeliat dramanya lucu, ringan, dan manis. Tapi kalau ditarik lebih jauh, ada banyak banget pesan tersembunyi tentang cinta, rasa suka, dan proses kita mengenal diri sendiri—yang mungkin nggak pernah kita pelajari di kelas, buku, atau bahkan nasihat orang lain.

Mungkin kamu pernah ngerasain hal ini:
Kamu merasa nggak layak dicintai… Kamu menormalisasi orang yang menyakitimu… Karena kamu mikir hidupnya lebih berat daripada hidupmu sendiri.
Dan uniknya, hal itu juga tercermin di drama ini.

Meski tampil sebagai drama kampus yang ringan, Crushology 101 punya pelajaran penting tentang cinta dan hubungan. Mau kamu remaja atau dewasa, rasa suka dan jatuh cinta itu anugerah yang nggak bisa dihindari. Dan justru dari perasaan itulah kita sering belajar banyak hal.

Pelajaran pertama yang paling aku tangkap adalah:
Mau secerdas apapun strategimu soal cinta, semuanya akan percuma kalau kamu nggak punya komunikasi yang baik.
Kita sering ribut soal siapa yang duluan confess, siapa yang keduluan orang lain, atau siapa yang akhirnya "kalah start". Tapi sebenarnya, yang sering bikin sakit hati bukan cuma timing yang buruk—tapi kurangnya keberanian untuk bilang apa yang kita rasakan.

Karena tanpa keberanian, semua teori cinta hanya jadi wacana.

Pelajaran berikutnya datang dari sesuatu yang sering banget terjadi dalam hidup kita:
Ketika kita suka sama seseorang, kita justru kehilangan diri sendiri.
Entah karena pengen terlihat sempurna, pengen diterima, atau pengen jadi versi yang orang lain sukai.
Padahal…
Kalau kamu bisa mencintai seseorang sambil tetap jadi diri sendiri—itu artinya kamu sedang mencintai dengan cara yang paling sehat.

Dan pasti kamu punya teman begini:
Yang terlihat kayak "pakar cinta". Yang ngasih nasihat ke semua orang. Yang teorinya rapi banget. Yang kayaknya paham semua rumus hubungan.
Tapi ketika dia sendiri jatuh cinta?
Sama saja seperti kita—bingung, cemasan, malu, dan nggak tahu harus melakukan apa.
Drama ini nunjukin bahwa teori cinta tidak menjamin apapun.
Karena cinta itu bukan untuk dianalisa, tapi untuk dijalani.

Makanya, pesan yang paling kuat menurutku adalah ini:
Sebelum kamu pusing mikirin strategi cinta—cintai dulu diri kamu sendiri.
Dengan begitu, ketika kamu jatuh cinta, kamu akan berdiri sebagai seseorang yang utuh, bukan seseorang yang kosong dan berharap cinta orang lain mengisi kekuranganmu.

Saat kita belajar mencintai diri sendiri, kita lebih siap buat mencintai orang lain. Kita bisa lebih peka, lebih sabar, dan lebih menerima. Karena kita tidak mengejar cinta hanya untuk diakui, tapi untuk membangun hubungan yang benar-benar sehat.

Akhirnya, yang ingin aku garis bawahi adalah:
Cinta itu bukan kompetisi. Bukan siapa yang paling pintar membaca sinyal. Bukan siapa yang paling cepat bergerak.
Cinta adalah proses belajar — tentang keberanian, kejujuran, dan menjadi diri sendiri.

Jadi, buat kamu yang sudah menonton Crushology 101, pelajaran apa sih yang paling nempel di hati kamu?