Toxic Productivity: Ketika Obsesi Produktivitas Merusak Mental Gen Z -->

Header Menu

Toxic Productivity: Ketika Obsesi Produktivitas Merusak Mental Gen Z

Jurnalkitaplus
20/01/26

Produktivitas sering dianggap sebagai kunci kesuksesan, terutama di dunia yang terus berkembang dan kompetitif. Namun, bagi Generasi Z obsesi terhadap produktivitas bisa berakibat fatal terhadap kesehatan mental mereka. Fenomena ini disebut toxic productivity, di mana seseorang merasa terus-menerus tertekan untuk mencapai lebih banyak dalam waktu yang lebih sedikit, tanpa memberi ruang bagi diri mereka untuk beristirahat atau merasa puas dengan pencapaian yang ada. 

Berikut adalah beberapa dampak dari obsesi produktivitas yang merusak mental Gen Z:

1. Tekanan untuk Selalu Produktif

Dalam dunia yang terhubung secara digital, media sosial sering kali menyuguhkan gambaran kehidupan yang selalu sibuk dan produktif. Gen Z sering terpapar pesan-pesan yang menekankan pentingnya bekerja keras tanpa henti, yang mengarah pada kecenderungan untuk mengabaikan kebutuhan pribadi mereka, seperti tidur atau bersosialisasi.

2. Burnout dan Kelelahan Mental

Dampak dari toxic productivity adalah meningkatnya jumlah individu yang mengalami burnout, yaitu kondisi kelelahan fisik dan mental akibat tekanan berlebih. Gen Z sering merasa terpaksa untuk terus bekerja meskipun sudah kelelahan, karena adanya rasa takut tertinggal atau tidak cukup baik dibandingkan dengan orang lain.

3. Gangguan Kesehatan Mental: Depresi dan Kecemasan

Obsesi terhadap produktivitas yang tidak seimbang dengan kebutuhan untuk menjaga kesehatan mental dapat memicu gangguan kecemasan dan depresi. Gen Z sering merasa harus terus produktif tanpa memberikan ruang untuk relaksasi atau refleksi diri, yang pada akhirnya merusak kesejahteraan psikologis mereka.

4. Menurunnya Kualitas Tidur

Salah satu aspek dari toxic productivity adalah kebiasaan begadang atau kurang tidur demi menyelesaikan tugas atau proyek. Kebiasaan ini tidak hanya mengganggu kesehatan fisik, tetapi juga berkontribusi pada gangguan kesehatan mental.

5. Kurangnya Keseimbangan Antara Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi

Generasi Z sering kali tidak dapat menyeimbangkan pekerjaan atau studi dengan waktu pribadi. Kehilangan keseimbangan ini menyebabkan mereka tidak dapat menikmati kehidupan sosial atau mengambil waktu untuk diri sendiri. Toxic productivity mendorong individu untuk terus bekerja meski harus mengorbankan hubungan pribadi mereka.

6. Pengaruh Media Sosial Terhadap Produktivitas

Media sosial menjadi katalisator bagi toxic productivity, dengan konten yang sering kali menampilkan orang-orang yang sukses dan sibuk. Hal ini menimbulkan perasaan bahwa seseorang harus terus-menerus mencapai lebih banyak, bahkan dengan cara yang tidak sehat.

7. Stigma Terhadap Kesehatan Mental

Meskipun masalah kesehatan mental semakin mendapat perhatian, stigma terhadap masalah psikologis masih ada, terutama di kalangan Gen Z. Banyak dari mereka yang enggan mencari bantuan profesional karena khawatir dianggap lemah atau tidak mampu mengatasi tekanan hidup.

Solusi dan Pendekatan untuk Mengatasi Toxic Productivity

Untuk mengurangi dampak toxic productivity, Gen Z perlu mulai memprioritaskan keseimbangan hidup, termasuk menjaga kesehatan mental dan fisik. Beberapa solusi yang bisa diambil antara lain:

  1. Menerima Ketidaksempurnaan: Mengajarkan bahwa kesuksesan bukan hanya soal produktivitas tanpa henti, tetapi tentang keseimbangan antara kerja keras dan waktu untuk diri sendiri.

  2. Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Mental: Mengurangi stigma seputar kesehatan mental dan mendorong individu untuk mencari dukungan saat dibutuhkan.

  3. Menerapkan Mindfulness dan Teknik Relaksasi: Mengajarkan Gen Z untuk berlatih mindfulness dan teknik relaksasi guna mengurangi stres dan kecemasan.

FAI-32

Sumber Referensi:

Fardouly, J., Diedrichs, P. C., Vartanian, L. R., & Halliwell, E. (2015). Social comparisons on social media: The impact of Facebook on young women's body image concerns and mood. Journal of Social and Clinical Psychology, 34(4), 348-364.

American Psychological Association. (2020). Stress in America: Generation Z. 

Walker, M. (2017). Why We Sleep: Unlocking the Power of Sleep and Dreams. Scribner.

Shah, R. (2020). Gen Z Struggles with Work-Life Balance. Harvard Business Review

The Guardian. (2022). "Why Gen Z's obsession with hustle culture is affecting their mental health." 

Mental Health America. (2021). State of Mental Health in America