Urban Mental Health: Tantangan Hidup di Kota Bagi Anak Muda -->

Header Menu

Urban Mental Health: Tantangan Hidup di Kota Bagi Anak Muda

Jurnalkitaplus
08/01/26

Kesehatan mental di perkotaan adalah topik yang semakin relevan, terutama dengan banyaknya anak muda yang tinggal di kota besar. kehidupan perkotaan dapat memberikan banyak peluang, tetapi juga membawa tantangan yang dapat mempengaruhi kesejahteraan mental, yang difokuskan adalah generasi muda seperti generasi Z. 

Inilah tantangan utama yang dihadapi oleh kita di kota besar, bahkan sampai dampaknya terhadap kesehatan mental kita: 

1. Keterasingan Sosial

Meskipun kota besar seringkali dipandang sebagai tempat penuh peluang dan koneksi, kenyataannya banyak anak muda yang merasa terasing. Keterasingan ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti:

  1. Padatnya populasi: Tinggal di lingkungan yang sangat ramai namun tanpa adanya ikatan sosial yang kuat dapat membuat seseorang merasa kesepian.

  2. Gaya hidup yang sibuk: Banyak orang yang terjebak dalam rutinitas pekerjaan atau studi yang padat, sehingga tidak ada waktu untuk membangun hubungan sosial yang mendalam.

  3. Isolasi digital: Terhubung secara virtual namun tidak di dunia nyata sering kali dapat membuat individu merasa lebih terasing.

2. Stres dan Kecemasan

Kota besar dikenal dengan ritme hidup yang cepat dan penuh tekanan. Bagi anak muda, ini bisa menambah tingkat stres yang tinggi. Beberapa faktor penyebab stres dan kecemasan di perkotaan termasuk:

  1. Persaingan karier dan pendidikan: Kota besar sering menjadi tempat banyak orang berlomba-lomba mengejar tujuan hidup mereka, yang bisa menyebabkan perasaan tertekan dan cemas, terutama jika harapan tidak tercapai dengan cepat.

  2. Biaya hidup tinggi: Tingginya biaya hidup, mulai dari tempat tinggal hingga kebutuhan sehari-hari, dapat menyebabkan kekhawatiran finansial yang berkelanjutan.

  3. Kemacetan dan polusi: Stres fisik akibat kemacetan dan paparan polusi udara juga berkontribusi pada meningkatnya rasa cemas dan tidak nyaman.

3. Kurangnya Ruang Terbuka dan Koneksi dengan Alam

Anak muda di kota seringkali kurang memiliki akses ke ruang terbuka hijau yang dapat membantu meredakan stres. Berada di ruang terbuka hijau atau dekat alam diketahui dapat memberikan manfaat positif bagi kesehatan mental, seperti mengurangi kecemasan, meningkatkan mood, dan meningkatkan konsentrasi. Kekurangan akses terhadap ruang alam ini dapat mengurangi kualitas hidup secara keseluruhan.

4. Kesenjangan Sosial dan Ekonomi

Di kota besar, sering kali ada perbedaan yang sangat mencolok antara kelompok-kelompok sosial dan ekonomi. Kesenjangan ini dapat memperburuk perasaan cemas, rendah diri, dan tidak puas dengan kehidupan. Anak muda yang hidup dalam kemiskinan atau di bawah garis kemiskinan sering merasa tidak memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang.

5. Pengaruh Media Sosial

Di era digital, media sosial memainkan peran besar dalam kehidupan anak muda. Meskipun dapat memberikan platform untuk berinteraksi dan berbagi pengalaman, media sosial juga dapat memperburuk kesehatan mental, terutama jika anak muda merasa tertekan untuk memenuhi standar hidup yang tampak sempurna yang sering ditampilkan di platform tersebut. Perbandingan sosial yang berlebihan bisa menyebabkan perasaan tidak cukup baik dan kecemasan.

6. Gangguan Tidur

Kehidupan perkotaan yang sibuk, sering kali diiringi dengan gaya hidup yang tidak teratur, dapat menyebabkan gangguan tidur. Anak muda yang sering begadang karena tekanan pekerjaan, belajar, atau aktivitas sosial berisiko mengalami gangguan tidur, yang pada gilirannya dapat meningkatkan perasaan stres, kecemasan, dan depresi.

7. Masalah Kesehatan Mental yang Tidak Dikenali

Di kota besar, meskipun terdapat banyak sumber daya, stigma terhadap masalah kesehatan mental sering kali masih ada. Anak muda mungkin merasa malu atau takut untuk mencari bantuan karena takut dianggap lemah atau tidak mampu menghadapi tantangan hidup. Ini menyebabkan banyak masalah mental yang tidak terdiagnosis dan tidak ditangani dengan baik.

8. Pengaruh Lingkungan yang Tidak Sehat

Lingkungan hidup di kota, seperti kebisingan, polusi udara, dan kurangnya akses ke layanan kesehatan yang baik, dapat memperburuk kondisi fisik dan mental anak muda. Polusi suara, misalnya, telah dikaitkan dengan gangguan tidur dan peningkatan kecemasan.

Solusi dan Pendekatan untuk Mengatasi Tantangan Ini

Untuk mengatasi tantangan kesehatan mental di kota besar, beberapa pendekatan yang bisa diterapkan meliputi:

  1. Akses ke Dukungan Mental: Penyuluhan tentang pentingnya kesehatan mental dan membuka lebih banyak akses ke layanan konseling, baik online maupun tatap muka, dapat membantu anak muda yang mengalami kesulitan.

  2. Peningkatan Ruang Terbuka: Pengembangan lebih banyak ruang hijau dan tempat-tempat rekreasi di kota dapat memberikan kesempatan bagi anak muda untuk menghilangkan stres dan menikmati waktu di alam.

  3. Meningkatkan Kesadaran Media Sosial: Edukasi mengenai dampak negatif media sosial dan cara-cara untuk menjaga keseimbangan dalam penggunaannya sangat penting untuk membantu anak muda menghindari perasaan rendah diri dan kecemasan.

  4. Meningkatkan Kualitas Tidur: Memastikan anak muda memiliki jadwal tidur yang sehat dan mengurangi kebiasaan begadang dapat membantu mengurangi gangguan mental.

  5. Komunitas yang Mendukung: Membangun komunitas yang saling mendukung, baik di tempat kerja, kampus, atau lingkungan tempat tinggal, dapat membantu anak muda merasa lebih terhubung dan mengurangi perasaan kesepian.

Dengan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental, mengurangi stigma, dan menciptakan lingkungan yang lebih mendukung, kota besar dapat menjadi tempat yang lebih ramah bagi kesejahteraan mental anak muda.

FAI-32


sumber referensi : 

WHO. (2022). World Mental Health Report: Transforming mental health for all. World Health Organization.

Lederbogen, F., et al. (2011). City living and urban upbringing affect neural social stress processing in humans. Nature, 474(7352), 498-501. (Untuk poin stres perkotaan).

Pratama, A. (2020). Tantangan Kesehatan Mental Generasi Z di Lingkungan Urban Indonesia. Jurnal Psikologi Sosial.