Misi Bersejarah di Tanah Palestina: RI Jadi Wakil Komandan ISF, Siap Kerahkan 8.000 Prajurit ke Gaza -->

Header Menu

Misi Bersejarah di Tanah Palestina: RI Jadi Wakil Komandan ISF, Siap Kerahkan 8.000 Prajurit ke Gaza

Jurnalkitaplus
20/02/26


Jurnalkitaplus – Indonesia kembali menegaskan posisi strategisnya dalam kancah diplomasi global dan komitmen kemanusiaan di Timur Tengah. Dalam perkembangan terbaru yang mengejutkan dunia internasional, Indonesia resmi ditunjuk sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) untuk wilayah Gaza. Tak main-main, pemerintah juga berkomitmen mengirimkan sedikitnya 8.000 personel TNI untuk menjaga perdamaian di wilayah yang luluh lantah akibat konflik tersebut.


Penunjukan ini merupakan tonggak sejarah baru. Ini adalah kali pertama bagi Indonesia—dan juga negara Muslim terbesar di dunia—menduduki posisi strategis di pucuk pimpinan pasukan internasional yang akan ditempatkan langsung di jantung konflik Palestina-Israel sejak tahun 1967.


Komitmen Nyata di Forum Global


Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen tersebut di hadapan para pemimpin dunia dalam pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC, Amerika Serikat. Presiden menegaskan bahwa kehadiran Indonesia bukan untuk misi tempur, melainkan murni untuk stabilitas, rekonstruksi, dan kemanusiaan.


"Kami menegaskan kembali komitmen untuk berkontribusi mengirimkan prajurit kami dalam jumlah yang signifikan, sebanyak 8.000 personel, atau bahkan lebih jika dibutuhkan," tegas Presiden dalam pidatonya.


Langkah ini menyusul terbentuknya ISF yang berada di bawah mandat Dewan Keamanan PBB sebagai bagian dari rencana perdamaian jangka panjang. ISF nantinya akan berkekuatan total sekitar 20.000 tentara dan 12.000 polisi dari berbagai negara, dengan kota Rafah di selatan Gaza sebagai titik awal penempatan pasukan.


Fokus pada Kemanusiaan dan Rekonstruksi


Menteri Luar Negeri dan Panglima TNI memastikan bahwa keberangkatan 8.000 prajurit tersebut akan didominasi oleh personel dari Korps Zeni dan tim kesehatan militer. Fokus utama mereka adalah membantu warga sipil Gaza membangun kembali infrastruktur yang hancur, menyediakan layanan medis darurat, serta memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan tanpa hambatan.


Posisi Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF dinilai sangat vital. Secara geopolitik, Indonesia dianggap sebagai "jembatan" yang netral namun tegas dalam mendukung kemerdekaan Palestina, sehingga kehadirannya diharapkan mampu meredam ketegangan di lapangan dan memberikan rasa aman bagi warga lokal.


Tantangan dan Harapan


Meski langkah ini mendapat apresiasi luas, tantangan besar telah menanti. Kondisi keamanan di Gaza yang masih fluktuatif serta kompleksitas negosiasi antar faksi menjadi ujian berat bagi ribuan prajurit TNI yang rencananya akan diberangkatkan dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan.


Pemerintah saat ini tengah mematangkan persiapan teknis, termasuk menunjuk perwira tinggi terbaik TNI untuk menduduki posisi Deputy Commander ISF tersebut. Rencana pengiriman pasukan utama ditargetkan akan siap sepenuhnya pada akhir Juni 2026. (FG12)