Nyamuk Menggila Akibat Penebangan Hutan -->

Header Menu

Nyamuk Menggila Akibat Penebangan Hutan

Jurnalkitaplus
18/02/26


Jurnalkitaplus - Penebangan hutan atau deforestasi memicu ledakan populasi nyamuk karena hilangnya habitat alami satwa liar yang menjadi sumber darah utama nyamuk. Profesor ilmu serangga seperti Upik Kusumawati Hadi dari IPB University menjelaskan bahwa nyamuk kemudian beralih menggigit manusia di kawasan bekas hutan yang berubah menjadi permukiman.


Deforestasi mengurangi keanekaragaman hayati, termasuk predator alami nyamuk dan inang alternatif seperti hewan liar, sehingga nyamuk oportunis mencari darah manusia sebagai target utama.


Perubahan lingkungan bekas hutan menciptakan genangan air stagnan yang ideal untuk berkembang biak nyamuk, meningkatkan populasi secara signifikan.


Penelitian di hutan Atlantik Brasil menunjukkan nyamuk lebih memilih menggigit manusia setelah deforestasi, mirip fenomena di Indonesia. 


Lonjakan nyamuk ini meningkatkan risiko penyakit seperti DBD, malaria, dan demam berdarah, terutama di wilayah tropis dengan deforestasi tinggi.


Manusia di permukiman dekat bekas hutan menjadi sasaran utama, mempercepat penularan patogen melalui gigitan. Solusi PencegahanReboisasi, pengawasan hutan via satelit, dan edukasi masyarakat diperlukan untuk memutus siklus ini.


Penegakan hukum terhadap penebangan liar serta pemanfaatan hutan berkelanjutan dapat mengurangi ancaman ekologis dan kesehatan. (FG12)