Jurnalkitaplus - Drama ini mencuri perhatian dari penggemar drama korea yang bergenre thriller kriminal, mengesankan dengan alur yang cukup menegangkan. Tapi, ini bukan soal menceritakan dengan alih-alih merekomendasikan kamu menonton drama ini.
Saya mengulik satu karakter yang menarik sebagai tokoh utama dalam drama Voice sampai bermusim ke-4. Kang Kwon Joo, perempuan tangguh penuh ambisi dalam mencari dalang 'siapa pembunuh ayahnya?'. Pasti kamu mengira : ah sudah biasa.
Bukan soal biasa, tapi kata 'Voice' adalah menjadi kunci dialah tokoh utama yang memiliki pendengaran spesial walaupun awalnya dia mengira ini adalah kutukan. sebelum-sebelumnya dia mendengar banyak suara yang tidak bisa didengar banyak orang. Bahkan yang tak pernah kita kira sekalipun.
Namun, pendengaran spesial ini menjadi alasan 'mengapa Tuhan memberikan itu?' tentu saja kita belajar dari tokoh utama dalam drama Voice ini : mengubah pola pikir dari 'kutukan' ke 'anugerah' sebagai jembatan siapa yang dapat tertolong dari apa yang Tuhan berikan.
Bagaimana jadinya jika memang Kang Kwon Joo sebagai kapten tim golden yang menyelamatkan banyak orang di kondisi darurat dalam mempertaruhkan nyawa, tidak ada?
Bagaimana jadinya jika dia selama-lamanya mengutuk diri dari pendengaran itu untuk mengasingkan diri dan menangisi kepergian ayahnya yang dibunuh?
Pasti kamu bilang : tentu tidak ada dramanya!
Ya, saya juga berpendapat. Dan bagaimana jika memang kamu, saya dan mereka di luar sana memang ditakdirkan untuk bisa menjalani hidup walaupun banyak keterbatasan itu adalah kemauan Tuhan? Seperti, seolah Tuhan sengaja menitipkan kita keberkahan yang kamu anggap itu kutukan untuk hadir hanya 'disesali'?
Kita adalah tokoh utama dalam cerita kita. Drama ini juga menunjukkan bahwa Kang Kwon Joo tidak bisa sendirian. Dia hanya bisa membantu di pusat panggilan, mendengar secara cermat dengan keluarbiasaan pendengarannya, dan tim yang bekerja di lapang bisa menemukan korban dari panggilan darurat itu untuk cepat ditemukan.
Sontak drama ini mengingatkan saya dengan kinerja orang-orang di pusat panggilan. 'Bagaimana jadinya jika banyak nyawa yang terselamatkan kalau memang ada Kang Kwon Joo di dunia ini?'
Sama halnya dengan dirimu : "Bagaimana jadinya jika kamu berani tampil walaupun takut, dan kita bisa tahu jika kamu seberguna itu untuk orang disekitar?"
Pencarian Kapten Kang dan kinerja tim golden yang dia bentuk awalnya niat mencari pembunuh ayahnya, justru menuntun dia ke tempat yang dia tidak pikirkan sebelumnya. Ketelitian dan ketangguhan dalam menyelamatkan orang bahkan mengadili orang yang jahat bisa tercapai.
Katakanlah seperti ini, dia yang menutup pintu naluri dan simpatiknya pada orang-orang dengan alih fokus pada apa yang ingin dia capai, justru banyak orang yang dikorbankan yaitu tewas. Tapi, proses perjalanan nya dia jalani walaupun dia takut-lelah-hampir menyerah. Itulah perjuangan yang bisa menuntun dia untuk mengetahui: siapa pembunuh ayahnya?
Dari kutukan menjadi keberkahan yang bisa menyelamatkan banyak orang. Kamu memang bukan Kang Kwon Joo, tapi dari tulisan ini saya harap menjadi petunjuk dalam menyemangati dirimu dalam menjalani kehidupan yang terbilang tidak adil. Karena, terkadang kita harus merasakan sakit lebih dulu, supaya mengetahui apa yang akan Tuhan berikan pada kita.
FAI-32

