Generasi Z, yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, dikenal sebagai generasi yang sangat terhubung dengan teknologi. Namun, di balik kemudahan akses informasi dan konektivitas, mereka menghadapi tantangan serius terkait kualitas tidur. Insomnia dan kurang tidur menjadi masalah umum yang berdampak signifikan pada kesehatan mental dan fisik mereka.
1. Prevalensi Insomnia di Kalangan Generasi Z
Sebuah survei oleh American Academy of Sleep Medicine menemukan bahwa 93% dari Gen Z mengaku sering begadang karena terlibat dalam aktivitas media sosial hingga larut malam . Selain itu, laporan dari Helsestart menunjukkan bahwa 29% individu berusia 18–24 tahun mengalami insomnia setiap malam, menjadikan mereka kelompok usia dengan tingkat insomnia tertinggi di AS.
2. Dampak Kurang Tidur terhadap Kesehatan Mental
Kurang tidur memiliki korelasi langsung dengan peningkatan risiko gangguan mental seperti depresi dan kecemasan. Sebuah studi yang diterbitkan di BMC Sleep Medicine menyatakan bahwa kurang tidur dapat memperburuk kondisi mental remaja dan berkontribusi pada munculnya gangguan mood. Selain itu, penelitian lain menunjukkan bahwa tidur yang cukup berperan penting dalam fungsi emosional yang sehat pada remaja, membantu mengelola kecemasan dan stres.
3. Faktor Penyebab Insomnia di Kalangan Anak Muda
Beberapa faktor utama yang menyebabkan gangguan tidur di kalangan Generasi Z meliputi:
Paparan Layar Sebelum Tidur: Kebiasaan menggunakan perangkat elektronik sebelum tidur dapat mengganggu ritme sirkadian dan kualitas tidur.
Tekanan Akademik dan Sosial: Tuntutan akademik yang tinggi dan tekanan sosial dapat menyebabkan stres yang mengganggu pola tidur.
Kurangnya Aktivitas Fisik: Gaya hidup sedentari tanpa aktivitas fisik yang cukup dapat mempengaruhi kualitas tidur.
4. Konsekuensi Jangka Panjang dari Kurang Tidur
Kurang tidur tidak hanya mempengaruhi kesehatan mental tetapi juga berdampak pada kesehatan fisik. Risiko yang meningkat termasuk obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes. Selain itu, kurang tidur dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif, iritabilitas, dan penurunan produktivitas.
5. Strategi Mengatasi Krisis Tidur di Kalangan Generasi Z
Untuk mengatasi masalah tidur di kalangan anak muda, beberapa langkah yang dapat diambil meliputi:
Meningkatkan Kesadaran akan Pentingnya Tidur: Edukasi tentang pentingnya tidur yang cukup dan berkualitas perlu ditingkatkan di kalangan remaja dan dewasa muda.
Membatasi Penggunaan Perangkat Elektronik: Mendorong kebiasaan untuk tidak menggunakan perangkat elektronik setidaknya satu jam sebelum tidur.
Menerapkan Rutinitas Tidur yang Konsisten: Menjaga waktu tidur dan bangun yang konsisten setiap hari dapat membantu mengatur ritme sirkadian.
Menciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman: Menjaga kebersihan tempat tidur, mengatur pencahayaan, dan mengurangi kebisingan dapat meningkatkan kualitas tidur.
FAI-32
Sumber referensi:
https://www.helsestart.no/news/global-insomnia-statistics
https://www.thensf.org/the-critical-connection-between-teens-sleep-and-mental-health/
https://kumparan.com/pengetahuan-umum/pola-tidur-generasi-z-dan-kesehatan-22htWNqrWDu
https://www.marketeers.com/riset-milenial-dan-generasi-z-hadapi-tantangan-untuk-tidur-berkualitas/
