Jurnalkitaplus – Penelitian terbaru mengungkap rahasia di balik kemampuan "superagers", orang lanjut usia berusia 80-90 tahun dengan memori setara orang muda, berasal dari pertumbuhan sel otak baru yang lebih tinggi di area hippocampus. Studi dari University of Illinois Chicago menemukan bahwa superagers memiliki dua kali lipat neuron muda atau immature dibandingkan orang sehat seusia mereka. Temuan ini dipublikasikan di jurnal Nature dan dipimpin oleh Orly Lazarov, menantang anggapan lama bahwa neurogenesis atau pembentukan sel saraf baru berhenti total di otak dewasa .
Analisis terhadap 355.997 nuklei sel hippocampus mengidentifikasi tiga tahap utama neurogenesis: sel punca, neuroblast, dan neuron muda yang baru terbentuk. Superagers menunjukkan aktivitas gen yang lebih tinggi terkait plastisitas sinapsis dan faktor neurotropik, yang mendukung ketahanan kognitif luar biasa mereka. Sebaliknya, penderita Alzheimer justru mengalami penurunan signifikan dalam proses ini, membuka pintu bagi pengembangan terapi berbasis neurogenesis untuk mencegah penurunan memori akibat penuaan .
Temuan ini tidak hanya membuktikan bahwa otak manusia terus meregenerasi sel saraf sepanjang hidup, tetapi juga menawarkan harapan baru bagi strategi gaya hidup sehat seperti olahraga, diet, dan stimulasi mental untuk meningkatkan neurogenesis. Para ilmuwan kini mengeksplorasi obat-obatan atau intervensi yang bisa meniru efek superagers, potensial mengubah cara kita menghadapi penuaan populasi global yang semakin menua. Penelitian ini menjadi tonggak penting dalam neuroscience, mendorong upaya pencegahan demensia secara lebih efektif .

