“Jangan Lupakan Sejarah”: Kiprah Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zen, S.IP., M.Si. dari Medan Tugas hingga Pena Perjuangan -->

Header Menu

“Jangan Lupakan Sejarah”: Kiprah Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zen, S.IP., M.Si. dari Medan Tugas hingga Pena Perjuangan

Jurnalkitaplus
15/04/26


Jurnalkitaplus - Kivlan Zen atau Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zen, S.IP., M.Si. dikenal sebagai sosok prajurit yang menapaki karier panjang di lingkungan TNI Angkatan Darat. Dengan pengalaman di berbagai penugasan strategis, ia menjadi bagian dari dinamika pertahanan dan keamanan Indonesia, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan di masa-masa krusial perjalanan bangsa.


Dari Medan Tugas ke Ruang Pemikiran


Selama berkarier di militer, Kivlan Zen terlibat dalam berbagai penugasan yang membentuk karakter kepemimpinan dan cara pandangnya terhadap negara. Pengalaman tersebut kemudian menjadi landasan kuat dalam melihat persoalan kebangsaan, terutama yang berkaitan dengan ideologi, stabilitas nasional, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Selepas purna tugas, ia tidak berhenti berkontribusi. Melalui tulisan dan buku, ia menyampaikan pemikiran serta refleksi atas perjalanan hidup dan sejarah yang pernah ia saksikan maupun pahami.


Aktif Menulis: Dari Pengalaman Pribadi hingga Sejarah Nasional


Kivlan Zen tercatat menulis beberapa buku yang mencerminkan perjalanan hidup dan pandangannya, di antaranya Dari Fitnah ke Fitnah dan Catatan Sejarah Berdarah: Pengkhianatan PKI terhadap NKRI.

Buku Dari Fitnah ke Fitnah lebih menyoroti perjalanan pribadi, termasuk berbagai tuduhan, pengalaman, serta pandangan orang-orang di sekitarnya. Sementara itu, Catatan Sejarah Berdarah mengangkat tema sejarah politik Indonesia dengan penekanan pada kewaspadaan nasional terhadap dinamika ideologi.


Pesan Kewaspadaan Nasional


Dalam karya dan pandangannya, Kivlan Zen menekankan pentingnya belajar dari sejarah. Hal ini tercermin dalam salah satu kutipan yang menggambarkan sikap dan pemikirannya:


“Untuk kewaspadaan nasional jangan pernah lupakan sejarah agar kelak tidak terjadi kembali masa kelam itu.”


Pesan tersebut menjadi benang merah dari pemikirannya, terutama dalam membahas periode sejarah Indonesia, baik pada masa 1945–1965 maupun setelahnya hingga era modern.


Menjaga Memori, Menguatkan Bangsa


Melalui kiprah militernya dan karya tulis yang dihasilkan, Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zen, S.IP., M.Si. berupaya menghadirkan perspektif tentang pentingnya menjaga memori sejarah sebagai bagian dari upaya memperkuat bangsa.


Tulisan-tulisannya tidak hanya menjadi refleksi pribadi, tetapi juga bagian dari diskursus yang lebih luas tentang bagaimana sejarah dipahami, diingat, dan dijadikan pelajaran untuk masa depan Indonesia.


PTN - 41