Prabowo Main Russian Roulette: Taruhan Berisiko Tinggi di Pangkuan Putin -->

Header Menu

Prabowo Main Russian Roulette: Taruhan Berisiko Tinggi di Pangkuan Putin

Jurnalkitaplus
15/04/26


Jurnalkitaplus - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Moskow untuk bertemu Vladimir Putin menjadi sorotan tajam di tengah dinamika geopolitik global yang kian memanas. Langkah ini, yang dilakukan hampir bersamaan dengan penandatanganan perjanjian pertahanan dengan Amerika Serikat, menggambarkan strategi diplomasi "bebas aktif" Indonesia yang kini diuji habis-habisan. Seperti judul artikel Foreign Policy "Prabowo’s Russian Roulette", kunjungan ini ibarat permainan berisiko tinggi: satu kesalahan bisa merugikan posisi Indonesia di mata Barat, sementara keberhasilan justru membuka peluang ekonomi dan strategis besar.


Taruhan Energi di Tengah Krisis Global


Krisis energi akibat konflik Timur Tengah dan gangguan di Selat Hormuz mendorong Prabowo mencari pasokan minyak, gas, dan pupuk dari Rusia. Rusia, sebagai anggota BRICS yang kini didukung penuh Indonesia, menawarkan diskon dan proyek strategis yang krusial bagi ketahanan pangan serta industri nasional. Namun, di saat yang sama, Indonesia baru saja memperkuat aliansi keamanan dengan AS—mitra utama modernisasi alutsista TNI. Strategi multipolar ini memang selaras dengan warisan politik luar negeri Indonesia, tapi tekanan polaritas global membuatnya mirip Russian Roulette: Rusia beri energi murah, AS beri jaminan pertahanan.


Risiko Diplomatik yang Mengintai


Pendekatan Prabowo menguji batas prinsip non-blok. Jika terlalu condong ke Rusia—yang masih dihantam sanksi Barat pasca-perang Ukraina—Indonesia berisiko kehilangan kepercayaan AS dan sekutunya, termasuk investasi serta akses pasar ekspor. Sebaliknya, menolak tawaran Putin bisa membuat Indonesia kehilangan momentum BRICS dan ketergantungan energi yang mendesak. Ini bukan sekadar kunjungan kenegaraan, melainkan kalkulasi presisi yang menentukan arah Indonesia di panggung dunia: apakah tetap jadi penyeimbang atau terseret arus blok besar?


Pelajaran bagi Bebas Aktif 2.0


Prabowo patut diapresiasi atas keberaniannya mempertahankan otonomi di era perang dingin baru. Namun, editorial ini mengingatkan: diplomasi bukan perjudian semata. Pemerintah perlu transparansi lebih dalam menjelaskan manfaat kunjungan ini kepada publik, sambil memastikan diversifikasi mitra agar tak bergantung pada satu pihak. Jika sukses, ini jadi bukti Indonesia mampu menang multipolar; jika gagal, harga yang dibayar bisa mahal. Saatnya Prabowo buktikan, Russian Roulette-nya berujung kemenangan, bukan kekalahan. | FG12 


Sumber : Foreignpolicy.com