Syawal Bulan Peningkatan Kualitas Diri -->

Header Menu

Syawal Bulan Peningkatan Kualitas Diri

Jurnalkitaplus
01/04/26




Jurnalkitaplus - Matahari dan bulan menjadi petunjuk bagi kehidupan manusia. Melalui ilmu pengetahuan, manusia memahami adanya dua sistem penanggalan yang digunakan secara luas. 

Hal ini disampaikan Ustadz Ali Aminullah dalam Istighosah bersama Reksa Mahardhika Utama, Selasa (31/3/2026). 

Peredaran matahari melahirkan sistem syamsiah, yang kita kenal dari Januari hingga Desember. Sementara itu, pergerakan bulan melahirkan sistem qamariah, dimulai dari Muharram hingga Dzulhijah

Syawal adalah bulan peningkatan, bulan kenaikan derajat setelah melalui ujian. Sebelumnya ada Syaban sebagai masa persiapan dan Ramadan sebagai masa penempaan dengan berbagai ujian. Dari rangkaian ini, manusia diarahkan untuk menjadi pribadi yang mulia. 

Roadmap kehidupan manusia tergambar dalam nama-nama bulan tersebut. Dimulai dari Syaban sebagai titik persiapan, menyiapkan kebutuhan seperti minyak, beras, dan makanan. Lalu memasuki Ramadan yang penuh kesibukan ibadah, hingga akhirnya tiba hari Lebaran. 

Ujian yang dilalui manusia akan menghasilkan dua kemungkinan, menjadi orang yang merugi atau menjadi orang yang dimuliakan. 



Pertanyaannya, kita berada di golongan yang mana. 

Pada masa penempaan di bulan Ramadan, orang yang memiliki keyakinan akan memperoleh hasil dari shaum atau puasanya. 

Hasil itu adalah takwa. Termaktub dalam Al-Baqarah ayat 183, "Kutiba alaikumus siyam kama kutiba alaikum la'allakum tattaqun." 

Apakah puasa kita termasuk 'puasa ular', setelah berpuasa hanya berganti baju baru tetapi perilakunya tetap, atau bahkan lebih buruk. Ataukah puasa kita membawa transformasi seperti kupu-kupu, yang berubah dari kepompong menjadi dewasa, apabila mengonsumsi bunga ia tidak merusak melainkan menyerbukkan dan membantu manusia. 

Setelah Ramadan berlalu, seharusnya di bulan Syawal iman semakin meningkat. Yang menggerakkan peningkatan ini adalah takwa yakni ketaatan kepada Allah. 

Karakter orang yang bertakwa adalah mereka yang menafkahkan hartanya, baik dalam kondisi lapang maupun sempit, untuk diri, keluarga, dan komunitas umat Islam. Mereka juga mampu mengendalikan emosi, menjaga diri, serta melaksanakan puasa sunnah ketika yang lain tidak. Mereka pun menjaga hubungan sosial dengan baik, bahkan kepada orang yang tidak memperlakukan mereka dengan baik. 

Maka selanjutnya akan datang bulan Dzulqa'dah sebagai bulan kedudukan, lalu Dzulhijjah sebagai bulan kemuliaan. Semoga kita diberi kelancaran untuk menjalani setiap tahapnya. (ALR-26)