Hasilkan Kotoran Setara Air Terjun Victoria, Kok Bumi Nggak Ketutup Pup? -->

Header Menu

Hasilkan Kotoran Setara Air Terjun Victoria, Kok Bumi Nggak Ketutup Pup?

Jurnalkitaplus
11/06/26


Uploaded Image
TedEd/YouTube 

Di suatu tempat dekat kita ada kucing yang sedang buang air besar. Faktanya, setiap hari berbagai hewan mulai dari monyet hingga gajah menghasilkan kotoran yang jika digabung volumenya bisa setara Air Terjun Victoria. 

Air Terjun Victoria tingginya 128m dengan lebar kira-kira 1mil. Dengan jumlah spektakuler itu, kenapa planet ini nggak ketutup kotoran? 

Ilmuan entomologi Eleanor Slade dan Paul Manning dalam Ted-Ed "Why isn't a world covered in poop?" pada 26 Maret 2018 menyatakan bahwa kita bisa berterima kasih ke kumbang kotoran (dung beetle) rendah hati karena udah memakan kelebihan kotoran itu. 

Uploaded Image
TedEd/YouTube 

Serangga pemberani ini mampu mengubur kotoran seberat 250 kali berat tubuhnya dalam satu malam, dengan cepat membereskan aliran kotoran yang tiada habisnya. 

Lebih dari 7.000 spesies kumbang kotoran diketahui bertugas bersih-bersih di enam benua. Yah.. di mana-mana kecuali Antartika. Tugas pertama kumbang kotoran adalah menemukan kotoran. 

Ada yang hidup di area anus hewan yang lebih besar, siap melompat saat hewan itu buang air. Ada juga yang mencium kotoran yang ditinggalkan hewan lain. 

Setumpuk kotoran gajah bisa menarik 4.000 kumbang dalam 15 menit. Jadi begitu kumbang menemukan kotoran, ia harus cepat mengamankan sebagian "harta karun" itu untuk dirinya sendiri. 

Kebanyakan kumbang kotoran dibagi jadi 3 tipe kerja: Tim Pengguling Bola, Tim Penggali Terowongan, dan Tim Penghuni.

Tim Pengguling Bola kerjanya bikin kotoran jadi bola. Terus pakai kaki belakang, bolanya diguling-gulingin jauh dari kumbang lain biar gak rebutan. Kalau udah ketemu pasangan, bolanya dikubur bareng-bareng di tanah. Nah, di dalam bola itu si betina naruh 1 telur.

Tim Penggali Terowongan, tim yg rajin ngorek tanah. Mereka gali di bawah tumpukan kotoran, terus nyeret kotorannya masuk ke dalam tanah. Kotorannya dibentuk jadi gumpalan kecil. Gumpalannya ada yg bulat disebut "bola anak", ada yang panjang disebut "sosis kotoran". 

Kumbang jantannya punya tanduk gede buat berantem rebutan terowongan. Kalau udah menang, dia jaga terowongannya sampai si betina bertelur. Ada juga kumbang jantan "licik" yang pura-pura jadi betina tanpa tanduk. Dia nyelinap masuk terowongan orang pas lagi lengah buat kawin. 

Uploaded Image
TedEd/YouTube 

Tim Penghuni kerjanya paling simpel. Gak bikin bola, gak gali terowongan. Telurnya ditaruh langsung aja di tumpukan kotoran. Tapi resikonya anaknya gampang dimangsa hewan lain. 

Terus nasib anaknya gimana? Telur menetas jadi larva/belatung kecil. Larvanya makan kotoran itu sambil bikin terowongan. Abis kenyang, dia ganti kulit jadi pupa, lalu terakhir jadi kumbang dewasa. 

Sisa kotorannya nanti hancur sendiri karena kena bakteri dan jamur.

Selain membersihkan kotoran, aksi kumbang ini amat bermanfaat buat ekologi. Salah satunya ialah mereka jadi penyebar biji sekunder. 

Kotoran monyet, babi hutan, dan hewan lain penuh biji dari buah yang mereka makan. Saat kumbang mengubur bola kotorannya, tanpa sengaja mereka melindungi biji itu dari pemangsa dan meningkatkan peluang biji berkecambah. 

Keuntungannya besar sampai-sampai satu tanaman Afrika Selatan berevolusi menghasilkan biji yang bentuk dan baunya mirip kotoran buat "ngakalin" kumbang agar menguburnya. 

Kumbang kotoran juga berperan penting di pertanian. Ternak kayak sapi dan domba menghasilkan kotoran dalam jumlah besar yang mengandung nutrisi bagus buat tanaman. Kumbang memecah kotoran dan menggali terowongannya dalam ke tanah, mendekatkan nutrisi ke akar tanaman

Jasa kumbang kotoran ke petani dalam unggahan Ted-Ed pada 2018 ditaksir $380 juta per tahun di AS dan £367 juta per tahun di Inggris. 

Mereka bahkan bisa bantu kita lawan pemanasan global dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dari peternakan. 

Mikroba yang hidup di kotoran ternak minim oksigen menghasilkan metana, gas rumah kaca yang kuat. Tapi kumbang memberi oksigen ke tumpukan kotoran saat menggali terowongan, mencegah mikroba menghasilkan metana. 

Kumbang kotoran menyebarkan biji, membantu petani, dan melawan perubahan iklim. Semua itu dicapai cuma dengan "menjalankan urusannya". Mungkin lain kali Sobat JKPers nemu kotoran di hutan atau ladang, kamu jadi kepengen lihat lebih dekat. (ALR-26)