Piala Dunia 2026 Jadi Arena Perang Merek, Nike dan Adidas Berebut Pasar Miliaran Dolar -->

Header Menu

Piala Dunia 2026 Jadi Arena Perang Merek, Nike dan Adidas Berebut Pasar Miliaran Dolar

Jurnalkitaplus
22/06/26


JURNALKITAPLUS - Piala Dunia 2026 bukan hanya menjadi panggung persaingan 48 negara peserta di lapangan hijau. Di balik gegap gempita turnamen terbesar sepak bola dunia itu, dua raksasa perlengkapan olahraga, Nike dan Adidas, juga terlibat dalam pertarungan sengit untuk menguasai pasar global bernilai miliaran dolar. 


Adidas memasuki turnamen dengan posisi yang relatif lebih kuat. Sebagai sponsor resmi Piala Dunia 2026, perusahaan asal Jerman itu memasok bola resmi pertandingan dan menjadi sponsor 14 tim nasional. Keunggulan tersebut membuat logo Adidas tampil hampir di setiap momen penting turnamen, mulai dari jersey hingga bola yang digunakan dalam pertandingan. Penjualan jersey tim-tim besar seperti Argentina dan Meksiko yang disponsori Adidas juga tercatat menjadi yang paling laris di sejumlah jaringan toko olahraga internasional. 


Sementara itu, Nike menjadikan Piala Dunia sebagai momentum penting untuk membangkitkan kembali performa bisnisnya. Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut tengah berupaya memulihkan pangsa pasar yang tergerus dalam beberapa tahun terakhir. Melalui kampanye global bertajuk “Rip the Script”, Nike menggandeng sejumlah bintang dunia seperti Kylian Mbappé serta berbagai selebritas untuk meningkatkan daya tarik mereknya di mata konsumen. 


Di sektor produk, Nike mengandalkan inovasi dan jaringan distribusi yang luas. Perusahaan itu memasok perlengkapan bagi 12 tim nasional peserta Piala Dunia serta meluncurkan model terbaru sepatu Mercurial. Nike juga memperbarui koleksi produk sepak bolanya di lebih dari 5.000 toko di seluruh dunia sebagai bagian dari strategi merebut perhatian penggemar sepak bola selama turnamen berlangsung. 


Meski demikian, sejumlah analis menilai Adidas masih memiliki keterikatan yang lebih kuat dengan dunia sepak bola. Status sebagai sponsor resmi FIFA, sejarah panjang di olahraga tersebut, serta dominasi produk di berbagai toko olahraga membuat Adidas tetap menjadi pemain utama yang sulit digeser. Bahkan, beberapa pengamat ritel menilai produk Adidas lebih menonjol dibandingkan Nike di sejumlah jaringan toko besar internasional. 


Besarnya pertarungan ini tidak lepas dari potensi ekonomi yang luar biasa. Piala Dunia 2022 menjangkau lebih dari 5 miliar penggemar melalui berbagai platform media, sementara finalnya disaksikan sekitar 1,4 miliar orang. Dengan format baru yang melibatkan 48 tim dan 104 pertandingan, Piala Dunia 2026 diperkirakan menghadirkan eksposur yang lebih besar lagi bagi merek-merek olahraga global. 


Pada akhirnya, kemenangan dalam persaingan Nike versus Adidas tidak hanya ditentukan oleh strategi pemasaran atau desain jersey. Performa tim-tim yang mereka sponsori di lapangan juga akan menjadi faktor penting dalam membentuk persepsi konsumen dan menentukan siapa yang paling berhasil memanfaatkan panggung Piala Dunia 2026 untuk memperkuat dominasinya di pasar global.  | FG12