Evaluasi Tragedi 5 Peserta Tewas, Pemerintah Hapus Latihan Militer Calon Manajer Kopdes -->

Header Menu

Evaluasi Tragedi 5 Peserta Tewas, Pemerintah Hapus Latihan Militer Calon Manajer Kopdes

Jurnalkitaplus
07/07/26


Jurnalkitaplus – Pemerintah secara resmi memutuskan untuk merombak total konsep pelatihan bagi para calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Langkah ini diambil setelah program pelatihan tersebut menuai sorotan tajam menyusul tragedi tewasnya lima orang peserta.


Konsep berbasis latihan dasar kemiliteran (latsarmil) yang sebelumnya diterapkan kini resmi dihapus. Sebagai gantinya, pemerintah menggeser fokus pembekalan menjadi pelatihan bela negara dan kemampuan manajerial yang lebih humanis.


Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M. Qodari, menegaskan bahwa perubahan ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah terhadap masukan masyarakat. Ia menyatakan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap evaluasi menyeluruh yang diperlukan.


"Pemerintah tidak menutup mata. Pemerintah menerima setiap saran dari masyarakat sebagai wujud kepedulian bersama," ujar Qodari dalam keterangan resminya, Senin (6/7/2026) malam.


Tetap Disiplin, tapi Lebih Humanis

Meski pendekatan militeristik dihilangkan, Qodari memastikan nilai-nilai fundamental dari program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) ini tidak akan luntur. Esensi penting seperti pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan rasa cinta Tanah Air tetap dipertahankan sebagai pilar utama pembekalan.


Hanya saja, metode pelaksanaannya kini dirancang agar lebih adaptif dan ramah terhadap kondisi fisik maupun mental para peserta.


“Kami ingin mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga siap menyongsong program-program prioritas pemerintah dengan penuh rasa percaya diri,” tutur Qodari.


Keselamatan Peserta Jadi Prioritas Utama

Belajar dari insiden fatal yang terjadi sebelumnya, pemerintah kini menempatkan aspek keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan peserta di atas segalanya. Qodari menekankan bahwa tidak ada tujuan program yang lebih berharga daripada keselamatan para kader bangsa yang sedang belajar.


Pemerintah optimistis perubahan konsep ini akan membawa angin segar sekaligus mengembalikan kepercayaan publik. Melalui metode yang lebih humanis, para pemuda pilihan ini diharapkan mampu melangkah maju membangun masa depan desa dan kampung nelayan tanpa harus dibayangi kekhawatiran atas keselamatan fisik mereka. | FG12