Kebakaran Lahan di TPA Jatiwaringin Meluas hingga 15 Hektar, Petugas Masih Berjibaku Padamkan Api -->

Header Menu

Kebakaran Lahan di TPA Jatiwaringin Meluas hingga 15 Hektar, Petugas Masih Berjibaku Padamkan Api

Jurnalkitaplus
06/07/26


Tangerang, Banten – Memasuki hari kelima, kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, belum juga padam sepenuhnya. Hingga saat ini, kobaran api dan kepulan asap masih terus muncul dari timbunan sampah, dengan luas area terdampak kini mencapai 13 hingga 15 hektar dari total luas lahan 30 hektar.


Penyebab dan Tantangan Pemadaman


Meluasnya api diduga kuat dipicu oleh cuaca panas ekstrem selama musim kemarau serta hembusan angin kencang. Selain itu, adanya kandungan gas metana (CH4) di dalam timbunan sampah membuat api sangat sulit dipadamkan dan berpotensi memicu ledakan kecil.


Karakteristik kebakaran ini menyerupai kebakaran lahan gambut, di mana api seringkali terperangkap jauh di dalam lapisan bawah tumpukan sampah, meskipun di permukaan terlihat sudah padam. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, serta BNPB terus bekerja tanpa henti menggunakan berbagai skema pemadaman.


Upaya Water Bombing dan Penanganan Terkini


Strategi pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara. Pihak BNPB telah mengerahkan dua helikopter untuk melakukan water bombing dengan mengambil air dari danau di sekitar area TPA. Kendala utama di lapangan adalah bara api yang tertutup material sampah. Petugas terpaksa menggunakan alat berat, yakni ekskavator, untuk membongkar tumpukan sampah agar air bisa mencapai titik api terdalam.


Imbauan bagi Warga Sekitar


Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Dias Faisal Malik Hendro Priono, turut meninjau lokasi untuk memantau proses pemadaman dan mengevaluasi dampak lingkungan yang ditimbulkan. Mengingat kualitas udara di sekitar lokasi yang menurun akibat asap, warga dihimbau untuk membatasi aktivitas luar ruangan dan wajib menggunakan masker jika berada di dekat area TPA. Pihak kepolisian juga telah menutup jalan utama menuju TPA untuk menghindari kerumunan warga yang ingin menonton proses pemadaman.