Piala Presiden 2026 Dobrak Tradisi: Format Lintas Negara dan Misi Ekonomi Hijau Siap Digelar Juli Ini -->

Header Menu

Piala Presiden 2026 Dobrak Tradisi: Format Lintas Negara dan Misi Ekonomi Hijau Siap Digelar Juli Ini

Jurnalkitaplus
07/07/26


JURNALKITAPLUS – Jakarta, Turnamen pramusim paling bergengsi di tanah air, Piala Presiden 2026, bersiap mencatatkan sejarah baru dengan transformasi format kompetisi berskala regional yang melibatkan klub-klub top dari empat negara Asia Tenggara.


​Kompetisi yang dijadwalkan mulai bergulir pada 25 Juli 2026 ini tidak lagi sekadar menjadi panggung pemanasan klub lokal, melainkan berkembang menjadi turnamen internasional yang mempertemukan kekuatan sepak bola lintas negara.


​Format Baru dan Representasi Regional

​Berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya, edisi 2026 akan diikuti oleh 8 tim tangguh yang berasal dari 4 negara berbeda di Asia Tenggara. Langkah berani ini diambil untuk meningkatkan nilai kompetitif turnamen sekaligus mempererat hubungan sepak bola di kawasan regional.


​Berikut adalah komposisi resmi klub peserta yang akan berlaga di Piala Presiden 2026:


  • ​Indonesia: Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Arema FC, dan PSMS Medan.
  • ​Thailand: Port FC (Juara Bertahan)
  • ​Singapura: Tampines Rovers
  • ​Brunei Darussalam: DPMM FC


​Dampak Ekonomi dan Komitmen Lingkungan

​Selain fokus pada peningkatan kualitas teknis di atas lapangan, panitia penyelenggara menekankan bahwa Piala Presiden 2026 mengusung misi ganda yang lebih luas, yaitu perputaran ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.


​Dari sektor ekonomi, turnamen ini dirancang untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara langsung. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar area stadion akan diberikan ruang khusus untuk memasarkan produk mereka. Selain itu, industri kreatif, merchandise, serta hak siar penyiaran diproyeksikan akan mengalami lonjakan perputaran modal yang signifikan selama turnamen berlangsung.


​Di sisi lain, pihak panitia juga berkomitmen penuh terhadap isu lingkungan dengan menerapkan prinsip konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Melalui regulasi khusus, operasional pertandingan akan meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai, mengoptimalkan pengelolaan sampah stadion, serta mendorong kesadaran ramah lingkungan bagi para suporter yang hadir.


​Dengan integrasi antara tensi tinggi pertandingan antarklub ASEAN, pemberdayaan ekonomi rakyat, dan kampanye hijau, Piala Presiden 2026 diprediksi akan menjadi tolak ukur baru bagi penyelenggaraan turnamen sepak bola modern di Asia Tenggara. | FG12