Tubuh Kita Tampak Simetri dari Luar Tapi Tidak di Dalamnya -->

Header Menu

Tubuh Kita Tampak Simetri dari Luar Tapi Tidak di Dalamnya

Jurnalkitaplus
22/06/26

Screenshot (123).png
Ted-Ed

Kita semua suka yang simetri. Daun yang bentuknya pas kiri kanan, kupu kupu yang sayapnya kembar identik. Rasanya adem ngeliatnya, kayak sempurna gitu. Tapi tau gak Sob, yang gak simetri alias asimetri itu justru lebih sering kita temuin di alam. 

Contohnya kepiting. Ada yang capitnya satu gede banget, satunya kecil. Siput juga. Cangkangnya mau gak mau muternya ke arah yang kanan terus, di alam siput yang cangkangnya ngelungker ke kiri itu langka banget, hampir gak ada. Itu juga bentuk asimetri. 

Kacang polong juga ga kanan kiri sama, ada yang merambat dan melilit ke atas searah jarum jam, ada yang lawan arah jarum jam. 

Terus badan kita sendiri. Dari luar keliatannya simetri banget, tangan di kanan kiri sama. Mata, hidung, mulut, pas di tengah. Tapi dalemnya, wah beda cerita. Hal ini diterangkan Profesor Teknik Biomedis & Ilmu Biologi, Leo Q. Wan, dalam Ted-Ed "Why are human bodies asymmetrical?" pada 25 Januari 2016 silam. 

Jantung kita ada di kiri, lambung, limpa, pankreas juga ngumpul di kiri. Kantung empedu sama sebagian besar hati di kanan. Paru paru kita juga gak kembar identik. Yang kiri cuma punya dua lobus, yang kanan punya tiga biar ada tempat buat jantung. 

Otak kita juga gitu. Bentuknya mirip kiri kanan, tapi kerjanya beda. Yang kiri terkait ngitung sama ngomong, yang kanan terkait gambar sama ngerasain musik. Nah pertanyaannya, kok bisa lho embrio yang awalnya kiri kanannya sama persis, bisa jadi begini. 

Jawabannya ada di bagian kecil embrio namanya nodus. Ini kayak lesung kecil di embrio yang umurnya baru beberapa minggu. Di nodus ini ada rambut halus yang namanya silia. Rambut ini miring ke satu arah dan muternya bareng bareng, cepet banget, searah semua. Muternya silia ini bikin cairan di embrio ketiup dari kanan ke kiri. Nah di sisi kiri ada silia lain yang fungsinya kayak sensor. 

Dia ngerasain aliran cairan itu, terus nyalain gen khusus di sisi kiri aja. Gen ini nyuruh sel bikin protein tertentu. Cuma dalam beberapa jam, sisi kiri sama kanan embrio udah beda secara kimia, walaupun bentuknya masih keliatan sama. 

Perbedaan kimia pertama yang keliatan itu di jantung. Awalnya jantung cuma tabung lurus di tengah. Pas embrio umur tiga minggu, tabung ini mulai bengkok jadi bentuk huruf C dan muter ke kanan. Dari situ dia tumbuh jadi bentuk jantung asimetri yang kita punya sekarang. 

Organ lain juga sama, muncul dari tabung tengah terus jalan ke tempatnya masing-masing. 

Tapi ada yang aneh. Hewan kayak babi gak punya silia di nodus embrionya, tapi dalemnya tetep asimetri juga. 

Jadi mungkin sel kita emang udah gak simetri dari sononya. Buktinya, koloni bakteri kalau tumbuh cabangnya selalu melengkung ke arah yang sama. Sel manusia kalau ditaruh di lingkaran, dia maunya baris rapi melingkar. Kayak pasukan lagi latihan baris berbaris, tapi bentuknya muter ngikutin wadahnya. Kalau kita zoom lagi ke paling kecil, blok penyusun sel kayak asam nukleat, protein, gula, itu bentuknya emang udah asimetri dari lahir. Sifat ini namanya kiralitas (chirality). 

Screenshot (124).png
Ted-Ed

Kiralitas itu kayak tangan kanan sama kiri kamu. Keliatannya sama, tapi gak bisa ketuker. Coba aja masukin tangan kanan ke sarung tangan kiri, gak muat kan. Protein juga gitu, bentuknya rumit dan gak simetri. Protein inilah yang ngatur arah gerak sel sama arah puternya silia tadi. 

Maka asimetri itu mulai dari molekul paling kecil, terus ke sel, ke embrio, akhirnya jadi kita yang sekarang. 

Simetri emang indah dan bikin tenang. Tapi asimetri punya daya tariknya sendiri. Di rumitnya keteraturan, ada ketidaksempurnaan yang justru bikin kita hidup. Tanpa asimetri yang bener, jantung kita gak bisa kerja. 

Ada kondisi di mana organ seseorang kebalik semua. Namanya situs inversus. Hal itu gak bahaya. Akun Youtube dengan nama @Jribs berkomentar, "Paman saya memiliki organ tubuh yang terbalik. Hidup hingga usia tujuh puluhan akhir tanpa komplikasi."

Tapi kalau kebaliknya setengah setengah, apalagi jantung yang kena, itu bisa fatal. 

Jadi lain nemu sesuatu yang ga simetri, inget ya. Di dalam badan kita ada keindahan yang gak simetri, dan itu keren banget. (ALR-26)