Ted-Ed/YouTube
Dari sekian banyak yang ga boleh kita cemil, yang paling umum dianggap "terlarang" mungkin silica gel atau gel silika. Kantong kecil yang isinya bulat-bulat, yang muncul hampir di semua jenis barang mulai dari TV, casing gitar, sunscreen, sampai makanan ringan.
Kenapa gel silika ada di mana-mana, dan apa yang bakal terjadi kalau kita memakannya?
Dokter spesialis Kedokteran Keluarga, Vivian Jiang, pada 31 Maret 2026 menjelaskan bahwa gel silika ditemukan di kerak Bumi. Benda ini dikenal sebagai silicon dioxide, disebut juga silika.
Biasanya silika ditambang sebagai pasir silika mentah, lalu dicuci, dikeringkan, diayak, dan diberi perlakuan kimia.
Setelah pabrik memastikan tiap butir ukurannya seragam, pasir olahan itu dicampur dengan natrium karbonat, kemudian dipanaskan dan digabung dengan suatu asam yang akan mengikat partikel-partikel silika menjadi matriks seperti gel. Matriks inilah yang memberi material struktur berpori, yang tetap stabil setelah dicuci dan dikeringkan menjadi butiran kecil yang keras, seperti manik kaca.
Produk akhirnya secara kimia identik dengan pasir yang mungkin Sobat JKPers temukan di pantai. Perbedaannya hanya pada struktur berporinya. Di dalam tiap butir gel silika, terdapat jaringan terowongan mikroskopis yang sangat banyak. Ini secara drastis meningkatkan luas permukaan tiap butir: satu gram gel silika dapat menawarkan lebih dari 700 meter persegi luas permukaan.
Namun ruang itu tidak akan kosong dalam waktu lama.
Molekul-molekul silikon dioksida yang membentuk gel tersambung satu sama lain oleh ikatan kovalen polar, yang menarik zat polar lain termasuk air. Jadi, ketika gel silika ditempatkan di lingkungan yang lembap, air di udara akan ditarik ke permukaan butiran. Dari pori-pori permukaan ini, uap air kemudian ditarik masuk ke dalam butiran melalui proses yang disebut kapiler kondensasi.
Setiap butir bisa menampung hingga 40% dari beratnya sendiri dalam bentuk air. Karena itu, kantong standar 5 gram dapat menampung kira-kira 2 gram cairan. Dan karena cairan itu tersimpan di jaringan internal butiran, gel silika yang sudah "penuh" pun tidak terasa basah saat disentuh.
Kemampuan seperti ini membuat gel silika menjadi desikan, yaitu jenis zat yang digunakan untuk menjaga agar sesuatu tetap kering.
Tapi manik-manik ini bisa menyerap lebih dari sekadar air. Gel silika dapat mengikat amonia, sulfur dioksida, dan beberapa gas lain, sehingga berguna dalam masker gas dan sistem filtrasi lainnya. Kecepatan prosesnya bergantung pada lingkungan: di ruang tertutup yang sangat lembap, sebuah kantong bisa mencapai titik jenuh dalam satu atau dua hari, tetapi di lingkungan yang kelembapannya sedang, bisa memakan waktu hingga sekitar seminggu.
Bagaimanapun, butiran gel silika secara fungsional bisa "awet" karena bisa dikeringkan kembali di oven panas.
Kelebihan-kelebihan ini, ditambah fakta bahwa silika memang melimpah di kerak Bumi, membuatnya menjadi desikan komersial paling populer di planet ini sejak kita mulai memproduksinya secara massal pada tahun 1919.
Saat di rumah, gel silika membantu menjaga makanan ringan tetap renyah dan memperpanjang umur simpan, memastikan pil dan vitamin tetap kering, serta menangkap bau menyengat dari kotak pasir kucing. Museum juga menggunakan gel silika dalam lemari pajangan untuk mencegah artefak logam berkarat dan hewan awetan tidak berjamur.
Ted-Ed
Tapi gimana kalau kamu menelan gel silika? Vivian Jiang dalam Ted-Ed "What happens if you eat a silica gel packet?" menjawab, tidak banyak yang terjadi. Peringatan "Jangan Dimakan" itu lebih ke bahaya kantong tersedak, bukan karena kekhawatiran khusus tentang silika itu sendiri.
Lagipula tubuh Sobat sudah mengandung banyak cairan, jika kantong itu menyerap 2 gram air seperti pada umumnya, tubuhmu bisa menggantinya dengan lebih dari itu, bahkan dengan hanya satu gelas air. Dan karena silika bersifat inert secara kimia, tubuhmu tidak akan memecah gel itu menjadi sesuatu yang beracun. Namun, menelan dalam jumlah besar tetap tidak akan terasa nyaman.
Sifatnya yang menyerap kelembapan dapat mengeringkan dan mengiritasi selaput lendir di sepanjang saluran pencernaan, sehingga menyebabkan diare dan mual atau nyeri perut. Lebih buruk lagi, sebagian silika dilapisi kobalt klorida untuk menunjukkan tingkat kelembapan, dan senyawa itu sebenarnya bersifat toksik. Gimana, mau ditelen ga? (ALR-26)
