Ted-Ed
Butuh 1000 tahun lagi sampai manusia sadar kalau air bisa membelokkan cahaya. Dari situ lahirlah kacamata paling awal. Bentuknya masih kasar dan sederhana, tapi sudah sangat menolong. Hari ini jutaan orang masih merasakan manfaatnya.
Mereka yang penglihatannya buram karena kelainan refraksi, alias cahaya di matanya beloknya kurang tepat, bisa lagi melihat dunia dengan jelas. Cuma gara-gara sepasang lensa. Lebih detilnya, apa sih refraksi itu?
Dua pakar kesehatan mata, Andrew Bastawrous dan Clare Gilbert, dalam "How do glasses help us see?" pada 5 April 2016 silam menjelaskan. Refraksi itu kemampuan benda bening seperti kaca, air, atau mata kita sendiri untuk membelokkan arah cahaya yang lewat.
Pada mata kita ada dua juru belok utama. Yang pertama kornea di paling depan. Yang kedua lensa di belakangnya. Tugas mereka bekerja sama. Membelokkan cahaya secukupnya supaya jatuhnya tepat di retina.
Retina itu lapisan tipis di belakang mata yang peka terhadap cahaya. Dia yang meneruskan sinyal ke otak, lalu otak merangkainya jadi gambar yang kita lihat.
Seharusnya begitu. Tapi tidak semua mata seberuntung itu.
Ketika fokusnya meleset, banyak orang punya kelainan refraksi. Ada yang mengalaminya sejak kecil karena mata masih tumbuh. Ada juga yang baru merasakannya saat umur sudah kepala empat. Penyebabnya karena kornea atau lensa tidak sempurna bentuknya. Jadinya cahaya tidak jatuh pas di retina.
Kadang jatuhnya di depan retina, kadang di belakang. Hasilnya sama saja, gambar jadi buram.
Orang dengan kelainan refraksi masih bisa melihat warna, gerakan, dan cahaya. Hanya detailnya saja yang kabur. Rasanya seperti menonton film dengan resolusi rendah di layar besar. Dan setiap orang berbeda beda. Ada yang cahayanya dibelokkan terlalu banyak, ada yang kurang.
Karena itu masalahnya juga bermacam macam. Pertama, miopia atau rabun jauh. Titik fokusnya jatuh di depan retina. Jadi benda dekat masih jelas, tapi begitu melihat papan tulis atau plat nomor motor dari jauh jadi buram. Kedua, hiperopia atau rabun dekat. Kebalikannya. Titik fokusnya malah di belakang retina. Benda jauh terlihat tajam, tapi membaca buku atau menatap HP jadi susah fokus. Ketiga, astigmatisme. Ini terjadi karena kornea tidak bulat sempurna. Bentuknya agak oval seperti bola rugby. Akibatnya cahaya menyebar ke mana-mana. Semua objek jadi buram, mau dekat mau jauh.
Lalu ada satu lagi yang datang saat umur sudah empat puluh tahun,namanya presbiopia.
Waktu muda lensa mata kita lentur. Dia bisa berubah bentuk sendiri untuk fokus dari jauh ke dekat. Kemampuan ini disebut akomodasi. Makanya anak muda bisa bolak balik melihat HP lalu mengangkat kepala melihat jalan tanpa berpikir. Tapi seiring umur, lensa jadi kaku. Tidak bisa berubah bentuk lagi. Jadi saat mau membaca label obat atau menu kafe, tangan refleks menariknya jauh. Itu presbiopia.
Normal. Semua orang akan mengalaminya.
Jadi miopia, hiperopia, astigmatisme, presbiopia, semuanya itu kesalahan refraksi. Bukan salah kamu. Hanya mata yang bentuknya tidak pas saja.
Ted-Ed
Kabar baiknya, kita punya banyak cara untuk mengembalikan fokus cahaya ke retina. Yang paling umum adalah kacamata atau lensa kontak.
Lensa kacamata dibuat teliti khusus untuk mata kamu. Fungsinya membelokkan cahaya lagi supaya jatuhnya pas di retina. Seketika dunia jadi jelas lagi.
Ada juga operasi laser. Lasernya mengubah bentuk kornea supaya sifat refraksinya berubah. Sekali jalan, tidak perlu kacamata lagi.
Tapi tetap saja kacamata masih paling banyak dipakai. Caranya simpel, harga lebih ramah, aman, dan bisa ganti model setiap tahun kalau bosan.
Kacamata pertama di dunia awalnya masih kasar seperti gelas air. Baru pada tahun 1727, seorang ahli kacamata Inggris bernama Edward Scarlett membuat desain modern. Ada gagangnya yang mengait di belakang telinga. Nah itu cikal bakal kacamata yang kita pakai sekarang.
Kacamata sekarang jauh lebih teliti dan personal. Tidak ada ukuran yang sama untuk semua orang. Setiap pasang diukur, dihitung, dibuat khusus untuk kekuatan mata kamu.
Jadi kalau kamu salah satu dari lima ratus juta orang di dunia yang penglihatannya dekat buram, jauh buram, atau dua duanya, tenang saja. Ada sepasang kacamata di luar sana yang menunggu kamu. Sepasang lensa kecil yang tugasnya mengembalikan lagi dunia yang selama ini tertutup kabur di depan mata.
Rasanya kayak kaca mata kotor yang akhirnya dilap ya. Dunia yang tadinya buram, seketika jadi tajam lagi. (ALR-26)
